Warga menggunakan air pompa untuk mencuci dan berbagai kebutuhan lainnya di pemukiman kumuh kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Foto: MI/Ramdani.
Warga menggunakan air pompa untuk mencuci dan berbagai kebutuhan lainnya di pemukiman kumuh kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Foto: MI/Ramdani.

Kemiskinan Picu Kemunculan Kampung Kumuh

Nasional kawasan kumuh
Media Indonesia • 31 Januari 2019 10:38
Jakarta: Kondisi Jakarta yang timpang bukanlah hal yang baru. Perbedaan wajah Ibu Kota antara yang kumuh dan modern itu sudah lama terjadi. Kemiskinan menjadi faktor utama munculnya kampung-kampung kumuh di Jakarta.
 
"Singapura dan Bangladesh yang dikemukakan (Wakil Presiden Jusuf) Kalla merupakan bentuk simbolik mencerminkan wajah Jakarta yang modern dan kampung," kata pengamat tata kota Yayat Supriatna, kepada Media Indonesia, Rabu, 20 Januari 2019.
 
Pernyataan itu ditegaskan Yayat menanggapi pernyataan Wakil Presiden yang menilai beberapa wilayah di Jakarta masih kumuh seusai meninjau kemacetan Jakarta melalui helikopter pada Senin, 28 Januari 2019. Kalla menganalogikan Jalan MH Thamrin layaknya Singapura, sedangkan wilayah di belakang MH Thamrin dan Tanjung Priok, Jakarta Utara, seperti kota di Bangladesh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yayat menilai kemiskinan menjadi faktor utama dari banyaknya wilayah kumuh di Jakarta. Lebih rinci lagi, Yayat menyatakan terdapat tiga hal yang menyebabkan kemiskinan, yakni tingginya biaya transportasi, tingginya biaya sewa atau beli rumah, serta tingginya harga sembako.
 
Yayat mengungkapkan, dari data hasil penelitian, didapati sebanyak 43 persen pendapatan warga Jakarta habis untuk biaya transportasi. Selain itu, tingginya harga rumah dan sewa rumah menjadikan masyarakat yang tinggal di Jakarta memilih wilayah kampung kumuh sebagai tempat tinggal supaya dekat dengan tempat kerja.
 
"Tingginya biaya sewa rumah dan beli rumah. Itu yang menyebabkan orang tumbuh kembang di kampung. Itu yang menyebabkan banyaknya wilayah kumuh," jela dia.
 
Baca: 1/4 Wilayah Jakarta adalah Kawasan Kumuh
 
Menurut Yayat, Jakarta memiliki lebih dari 15 ribu hektare area yang menjadi tempat perkampungan kumuh.Artinya, satu per tiga dari 66 ribu hektare luas Jakarta merupakan wilayah kumuh. Fenomena ini mencerminkan dari banyaknya masyarakat kelas menengah ke bawah yang berusaha untuk bertahan hidup di Jakarta.
 
"Itu adalah fakta dari banyaknya masyarakat yang berusaha survive untuk hidup di Jakarta meskipun dengan ala kadarnya," ujar Yayat.
 
Dirinya juga menyatakan dari ribuan masyarakat yang tinggal di Jakarta, hanya 20 hingga 30 persen yang dapat hidup layak. Selebihnya hidup di dalam perkampungan padat. Hal itu menjadi faktor dari banyaknya area kumuh di Jakarta.
 
"Wajah kampung Bangladesh muncul di Jakarta ialah fenomena urbanisasi," kata dia.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif