Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tak Bayar Upah Lembur, Pengusaha Terancam Sanksi Pidana Hingga 12 Bulan

Nasional Upah Kemenaker Pengusaha Upah Lembur
Despian Nurhidayat • 05 Mei 2022 13:38
Jakarta: Pengusaha atau pemberi kerja yang mempekerjakan pekerja di hari libur nasional, seperti Hari Raya Idulfitri atau lebaran wajib membayar upah lembur. Ada sanksi pidana bagi pengusaha yang tidak membayarkan uang lembur.
 
"Di Pasal 187 Undang-Undang Cipta Kerja bahwa pengusaha yang tidak membayar upah lembur pada hari libur resmi (pasal 85 ayat 3), dikenakan sanksi pidana kurungan paling singkat satu bulan dan paling lama 12 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta," kata Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan dan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker & K3), Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang dilansir dari keterangan tertulis, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Baca: Mempekerjakan Pekerja saat Libur Nasional, Pengusaha Harus Bayar Upah Lembur

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haiyani mengatakan bagi pengusaha/pemberi kerja yang mempekerjakan pekerja untuk bekerja pada hari pertama dan kedua Hari Raya Idulfitri atau tanggal merah hari libur nasional yang ditetapkan pemerintah), pengusaha/pemberi kerja yang bersangkutan wajib membayar upah kerja lembur sesuai dengan ketentuan Pasal 78 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 29 ayat (2) PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan PHK.
 
"Pengusaha yang tidak membayar upah kerja lembur bagi pekerja yang dipekerjakan pada hari libur nasional yang ditetapkan dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 187 UU Nomor 11 Tahun 2020," ujar Haiyani.

Pengaduan Upah Lembur

Pengawas ketenagakerjaan menyatakan siap menindaklanjuti pengaduan terkait uang lembur pekerja. Kementerian Ketenagakerjaan telah mengingatkan soal uang lembur yang harus dibayarkan pengusaha saat mempekerjakan karyawannya di hari libur nasional.
 
"Pengawas ketenagakerjaan dan mediator hubungan industrial, kami siap turun lapangan tindak lanjut komentar rekanaker," tulis unggahan Kementerian Ketenagakerjaan dalam akun Instagram resmi, dikutip Selasa, 3 Mei 2022.
 
Jika seorang pekerja dengan waktu kerja enam hari kerja atau 40 jam dalam seminggu, bekerja lembur selama tujuh jam, dan upah bulanan sebesar Rp4 juta. Upah per jam pekerja tersebut adalah Rp23.121,38 per jam.
 
Jika pekerja tersebut melakukan lembur tujuh jam, upah yang berhak diterima adalah upah lembur per jam dikalikan lamanya bekerja.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif