Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)
Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)

AJI Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis saat Munajat 212

Nasional kekerasan terhadap wartawan aksi 212
Ilham Pratama Putra • 22 Februari 2019 10:55
Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam kekerasan terhadap sejumlah jurnalis saat Aksi Munajat 212. AJI ingin ada anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang diduga berlaku kasar ditindak tegas.
 
"Sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan, intimidasi, dan persekusi oleh massa dari laskar Front Pembela Islam (FPI)," kata Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani Amri, di Jakarta, Jumat 22 Februari 2019.
 
Asnil menyebut jurnalis CNN Indonesia, Detik.com, dan Suara.com menjadi korban kekerasan saat Munajat 212. Dia menilai tindakan laskar FPI yang menghapus rekaman video maupun foto kegiatan Munajat 212 adalah perbuatan melawan hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka telah menghalang-halangi kerja jurnalis untuk memenuhi hak publik dalam memperoleh informasi," kata Asnil.
 
Baca juga:Upah Rendah dan Kekerasan Masih Mengancam Jurnalis Indonesia
 
Dia menjelaskan, saat itu beberapa peserta Munajat 212 membentak dan memaksa jurnalis menghapus gambar hasil peliputan. Kericuhan pun sempat terekam selama beberapa detik.
 
"Massa kemudian menggiring wartawan dalam tenda VIP sendirian. Meski telah mengaku sebagai wartawan, mereka tetap tak peduli. Di sana, dia juga dipukul dan dicakar, selain dipaksa jongkok di tengah kepungan belasan orang," kata Asnil.
 
Pada kesempatan itu massa meminta semua foto dan video di ponsel tersebut dihapus. Bahkan aplikasi WhatsApp juga turut dihapus, agar pemilik tak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Usai kejadian itu, korban langsung melapor ke Polres Jakarta Pusat dan melakukan visum.
 
"Kasus intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang melibatkan massa FPI tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya massa FPI pernah melakukan pemukulan terhadap jurnalis Tirto.id Reja Hidayat di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 30 November 2016 lalu," jelas Asnil.
 
Baca juga:Fadli Zon Sebut Aksi Munajat 212 Bebas Unsur Politis
 
Selain mengecam FPI, AJI juga mendesak kepolisian mengusut kasus ini. Dia juga mengimbau masyarakat tidak mengintimidasi, persekusi, dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang liputan.
 
"Mendesak aparat kepolisian menangkap para pelaku dan diadili di pengadilan hingga mendapatkan hukuman seberat-beratnya agar ada efek jera. Juga kasus-kasus sebelumnya juga harus diusut. Sehingga kasus serupa tak terulang di masa mendatang," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif