Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto:Dok)
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto:Dok)

Kemensos Tunjuk Bulog sebagai Manajer Penyediaan BPNT

Nasional Berita Kemensos
Gervin Nathaniel Purba • 04 Juli 2019 17:55
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) menunjuk Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebagai Manajer Penyediaan untuk pelaksanaan program bantuan pangan non tunai (BPNT).
 
Penunjukan Bulog sebagai Manajer Penyediaan Pelaksanaan Program BPNT disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka rapat koordinasi (rakor) Penyaluran Bansos Pangan 6T untuk Peningkatan kesejahteraan Rakyat, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juli 2019. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso turut hadir pada rakor ini.
 
Sebagai Manajer Penyediaan, Bulog berperan menjadi koordinator penyaluran beras ke berbagai e-Warong di seluruh Indonesia. Bulog berkoordinasi melalui kantor wilayah yang tersebar di berbagai daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sudah mengundang Kepala Dinas dari berbagai provinsi untuk membahas bagaimana teknisnya. Kami percaya Bulog mampu menyediakan beras kualitas baik. Ini semua demi kepentingan keluarga penerima manfaat (KPM)," ujar Mensos Agus.
 
Bulog kini lebih leluasa untuk menyalurkan stok berasnya ke berbagai e-Warong yang sudah bekerja sama dalam program BPNT. Nantinya, Bulog juga mempunyai kewenangan untuk menentukan keterlibatan swasta.
 
Kemensos Tunjuk Bulog sebagai Manajer Penyediaan BPNT
Penunjukan Bulog sebagai Manajer Penyediaan Pelaksanaan Program BPNT disampaikan Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka rakor Penyaluran Bansos Pangan 6T untuk Peningkatan kesejahteraan Rakyat, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juli 2019 (Foto:Dok)
 
Besarnya peran Bulog sebagai koordinator dinilai tidak akan menyurutkan peluang swasta untuk bergabung. Sebelumnya, swasta juga direncanakan mendapat porsi untuk menyalurkan beras ke e-Warong.
 
"Bulog bisa mengundang partisipasi swasta. Dalam hal ini perusahaaan lokal, jika ada kanwil (Bulog) di sana," ujar Mensos Agus.
 
Terkait peran swasta, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung mengatakan selama ini tidak ada perusahaan besar yang terlibat dalam program BPNT. Menurutnya, hal ini sudah berlandaskan pada Peraturan Presiden yang berkomitmen untuk mendukung masyarakat kurang mampu. "Perusahaan besar tidak ada. Toko modern juga tidak ada," kata Andi, menegaskan.
 
Kemensos Tunjuk Bulog sebagai Manajer Penyediaan BPNT
Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi ZA Dulung (Foto:Dok)
 
Keleluasaaan Bulog untuk terlibat lebih besar dalam program BPNT tidak cukup sampai di situ. Kemensos juga telah menyiapkan rencana cadangan untuk menunda perluasan BPNT tahap dua dan tiga demi mempercepat penyerapan stok beras Bulog dalam program Bansos Rastra.
 
"Penundaan ini hingga waktu yang akan ditentukan kemudian," kata Mensos Agus.
 
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan kini peran Bulog jelas dalam program BPNT. Bulog berkomitmen untuk mendukung pemerintah dengan menjamin kualitas beras terbaik untuk diberikan kepada KPM.
 
Kemensos Tunjuk Bulog sebagai Manajer Penyediaan BPNT
Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Sartono Pinning (Foto:Dok)
 
Terkait penundaan BPNT, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Sartono Pinning menilai ada sisi positifnya. Jika penundaan dilakukan, hal ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan BPNT di Maluku.
 
"Hal ini berkaitan dengan tantangan wilayah kita sekarang. Seluas 92,4 persen wilayah kita laut. Sementara, daratan 7,6 persen," kata Sartono.
 
Menurut Sartono, penundaan ini harus dimanfaatkan untuk melalukan perbaikan besar-besaran. Mulai dari infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan persiapan teknologi. "Untuk menyukseskan pelaksanaan BPNT, dibutuhkan persiapan infrastruktur dan teknologi yang baik," katanya.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif