Ada yang Lebih Efektif dari Drainase Vertikal

Sunnaholomi Halakrispen 29 November 2018 16:23 WIB
banjir jakarta
Ada yang Lebih Efektif dari Drainase Vertikal
Pengamat Tata Kota Nirwono Joga - Metro TV.
Jakarta: Pengamat Tata Kota Nirwono Joga menilai pembangunan drainase vertikal untuk mencegah banjir kurang efektif. Ada cara-cara lain yang lebih efektif. 

"(Drainase vertikal) tidak akan efektif banyak dalam mengurangi banjir," ujar Nirwono saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 29 November 2018.

Nirwono menyebut kalau ingin efektif sumur resapan harusnya diterapkan dari jauh hari. Khususnya, sebelum memasuki musim penghujan.


Dia mengusulkan strategi lain dalam mencegah banjir. Ada empat konsep lain yang bisa diterapkan. 

Pertama, penataan bantaran 13 sungai atau kali di Jakarta, baik dengan naturalisasi maupun normalisasi. Kemudian, merevitalisasi waduk, danau, dan situ. Selanjutnya, rehabilitasi saluran air. 

"Keempat, mengembangkan RTH (ruang terbuka hijau) yang saat ini baru mencapai 9,98 persen. Idealnya 30 persen. Berupa jalur hijau, taman, hutan, dan kebun raya yang berfungsi sebagai daerah resapan air," tutur dia. 

(Baca juga: Drainase Vertikal Harus Dibarengi Normalisasi Sungai)

Apabila keempat konsep tersebut dilakukan bersamaan dengan pembuatan sumur resapan di banyak lokasi, Nirwono yakin banjir Jakarta bisa diatasi.

"Sebenarnya istilah vertical drainage itu tidak umum atau tidak dikenal. Itu hanya nama lain biar beda saja oleh Gubernur DKI. Istilah yang benar adalah ecological drainage atau ekodrainase," tutur dia. 

Nirwono juga mengkritik pembangunan drainase vertikal yang bakal dibangun di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Dia menyebut pembangunan drainase vertikal di Jakarta Selatan kurang optimal. 

Sementara, sumur resapan yang dibangun dekat Jakarta Utara kurang tepat. Pasalnya, air tanah dangkal dan tidak bisa menyerap air. Lebih baik dibuat kolam penampung atau waduk buatan.

"Karena 40 persen wilayah Jakarta arah utara atau arah ke pantai itu berada di bawah permukaan air laut. Sehingga tidak efektif untuk penyerapan air," kata dia. 
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id