Rustam Effendi Siap Majukan Jakarta Barat

Nur Azizah 05 Juli 2018 19:21 WIB
pemprov dki
Rustam Effendi Siap Majukan Jakarta Barat
Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi - Medcom.id/Nur Azizah.
Jakarta: Rustam Effendi kembali mendapatkan jabatannya sebagai Wali Kota. Dia ditunjuk oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memimpin Jakarta Barat.

Nama Rustam Effendi sempat ramai dibicarakan setelah perseteruannya dengan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terungkap publik. Rustam curhat di akun facebooknya lantaran tak sigap menertibkan kawasan Pademangan. 

Ia lantas dituding mendukung calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra kala itu. Tak terima dituding, Rustam memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. 


Tak disangka, Rustam menjadi 'orang dekat' Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Saat itu, dia ditunjuk untuk memberikan solusi untuk sejumlah masalah yang dihadapi Pemprov.

Sekarang, Rustam ditunjuk kembali menjadi Wali Kota. Rustam mengaku pelantikan hari ini biasa saja.

"Karena sudah pernah, ya biasa," kata Rustam di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Juli 2018.

(Baca juga: Kedekatan Sandi dan Rustam Effendi dalam Mencari Solusi)

Mantan Wali Kota Jakarta Utara itu mengaku, saat ini tugasnya lebih berat. Pasalnya, ia harus mengimplementasikan visi misi Anies-Sandi yang ingin membahagiakan warganya dan memajukan kotanya.

"Bersikap adil dan maju kotanya kan itu bukan persoalan sepele maka kita bangun bersama-sama," imbuh dia. 

Meski sudah pernah mundur dari wali kota, bukan berarti Rustam kapok menjadi orang nomor satu di kota administratif. "Enggak kapok. Situasional saja," katanya disambut tawa.

Ia enggan membicarakan masalahnya di masa lalu. Saat ini, Rustam mengaku siap menjalankan semua tugas yang diberikan Anies-Sandi.

"Pak Anies komunikasi sama saya, saya menugaskan kamu untuk di Jakarta Barat, siap enggak? Kata saya siap," beber dia. 

April 2016 lalu, Ahok menyemprot Rustam lantaran tak segera menertibkan permukiman di kawasan Pademangan. Padahal, penertiban penting untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut. Rustam memutuskan mundur karena menyadari Ahok menganggap kinerjanya kurang baik.

(Baca juga: Ahok di Mata Rustam Effendi)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id