Tunggakan Sewa Rusunawa di DKI Capai Rp27 Miliar

M Sholahadhin Azhar 17 Agustus 2018 05:09 WIB
rusunawa
Tunggakan Sewa Rusunawa di DKI Capai Rp27 Miliar
Bangunan Rusun Rawa Buaya. Foto: MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat Melly Budiarti menyebut tunggakan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang ada di seluruh DKI mencapai Rp27 miliar.

"Sampai saat ini sekitar Rp27 miliar," kata Melly di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018.

Tunggakan rusun terbagi atas empat jenis. Di antaranya retribusi sewa, utang listrik, air, serta denda tunggakan.


Baca juga: Mayoritas Penghuni Rusun Marunda dan Pulogebang Nunggak Sewa

Retribusi sewa merupakan biaya sewa unit rusun, tunggakan ini merupakan kewajiban yang harus dibayar penghuni. Sementara untuk listrik, beberapa rusun masih menggunakan meteran konvensional sehingga tagihan listrik secara pascabayar.

"Ada lima lokasi rusun yang belum pakai token. Itu lah yang mereka meteran induk besarnya menunggak sekitar Rp1,3 miliar," imbuh Melly.

Untuk air, terdapat 24 rusun di DKI yang menunggak pembayaran dengan total sebesar Rp6,9 miliar. Bila dengan denda, maka tagihan yang tertunggak sebayak Rp7,9 miliar.

"Denda itu akan makin besar kalau tidak dilakukan pembayaran. Setiap bulan naik dua persen," pungkas Melly.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id