Tunggakan Sewa Rusun Capai Rp27,8 Miliar

Nur Azizah 13 September 2018 19:11 WIB
rusunawarusun
Tunggakan Sewa Rusun Capai Rp27,8 Miliar
Ilustrasi Rusun - MI/Immanuel.
Jakarta: Sebanyak 16 ribu penghuni rumah susun di 24 lokasi menunggak uang sewa. Nilai tunggakan tak main-main, mencapai Rp27,8 miliar

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta Meli Budihastuti mengatakan, selain tunggakan uang sewa, para penghuni juga menunggak uang listrik. 

"Ada lima rusun yang menunggak listrik sampai sebesar Rp1,3 miliar, tunggakan air sebesar Rp6,9 miliar," kata Meli di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis,13 September 2018.


Berdasarkan Pergub Nomor 111 Tahun 2014, setiap warga rusun yang menunggak akan dikenakan denda 2% per bulan. Hingga saat ini, denda tunggakan sudah mencapai Rp7,9 miliar.

Meli menyampaikan, Pemprov DKI hanya bisa membantu untuk menghapus tunggakan air dan listrik. Sementara untuk tunggakan sewa, penghuni harus tetap membayar.

(Baca juga: Harga Sewa Rusun KS Tubun Dianggap Mahal)

"Tunggakan retribusi sewa itu tidak bisa dihapuskan. Karena ada aturannya, yakni PP 14 Tahun 2005. Itu yang urus Kementerian Keuangan," ujar dia.

Pimpinan Forum Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta Pemprov DKI Jakarta menambah subsidi agar seluruh tunggakan diputihkan. Namun, hal tersebut tak bisa ujug-ujug dijalankan karena ada aturannya.

"Untuk pemutihan harus ada batas waktunya yaitu tiga tahun baru bisa mengajukan. Dan harus ada Pergub yang mengatur itu," papar dia. 





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id