Perbandingan Sampah Tahun Baru dan Reuni 212
Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di Monas, Jakarta Pusat. Foto: Nur Azizah/Medcom.id
Jakarta: Volume sampah yang dihasilkan dari kegiatan reuni 212 mencapai 217 ton. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan malam pergantian tahun baru 2017 ke 2018. 

"Kalau malam tahun baru bisa 400 ton," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 2 Desember 2018.

Isnawa menjelaskan alasan sampah reuni 212 lebih sedikit, meskipun jumlah massa diklaim lebih banyak dari malam tahun baru. Hal ini disebabkan reuni 212 hanya terpusat di kawasan Monas, Juanda, Kebon Sirih, dan Tanah Abang.


"Sedangkan malam tahun baru titiknya lebih banyak. Ada di Thamrin, Sudirman, Taman Mini, Kota Tua, dan Ancol," terang Isnawa. 

Baca: Sampah Bekas Reuni 212 Capai 200 Ton

Selain itu, jumlah pedagang kaki lima saat malam tahun baru lebih banyak. Warga pun lebih lama tinggal di lokasi.

"Pengunjung di Kota Tua itu sampai subuh baru bubar. Lalu, potensi kaki limanya lebih banyak di malam tahun baru," ungkap Isnawa.

Bedanya lagi, sejumlah peserta di reuni 212 lebih sadar akan kebersihan. Mereka turut mengumpulkan sampah usai acara.

"Mereka masukkan sampah ke karung. Kalau malam tahun baru enggak, sampahnya di mana-mana," pungkas dia.

Hingga pukul 17.30 WIB, mobil penyapu jalan masih bekerja untuk membersihkan kawasan Monas. Ratusan petugas kebersihan masih bekerja mengakut sampah ke dalam truk.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id