Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Stasiun Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Hal ini dalam rangka rencana reaktivasi atau pengaktifan kembali stasiun yang sudah lama tidak dioperasikan itu.
Budi mengatakan peninjauan itu menjadi aktualisasi dari perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara ingin kementerian/lembaga tidak menunda pekerjaan di tengah pandemi.
"Oleh karenya, saya memerintahkan kepada Dirjen kereta Api (Zulfikri) dan Kepala BPTJ (Polana B Pramesti) untuk reaktivasi dari rel dan stasiun yang ada di aglomerasi, baik itu aglomerasi Jakarta, Yogyakarta-Solo, Surabaya, dan Semarang," kata Budi di Stasiun Pondok Rajeg, Rabu, 11 Agustus 2021.
Menurut dia, pengaktifan kembali Stasiun Pondok Rajeg menjadi pekerjaan penting karena berada di kawasan aglomerasi. Stasiun itu merupakan aset pemerintah yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Baca: Sektor Usaha Transportasi dan Pergudangan Melonjak 25,1% Selama Kuartal II-2021
"Apalagi di Jabodetabek ini KRL menunjukkan bahwa going concern pemerintah untuk menomorsatukan angkutan massal. Apalagi kereta listrik yang eco friendly itu menjadi suatu hal yang konsisten," ujar Budi.
Budi mengatakan pihaknya juga akan mereaktivasi berbagai stasiun dan jalur-jalur lain. Pengoperasian kembali akses KRL yang sebelumnya ditutup akan meningkatkan minat masyarakat menggunakan moda tersebut.
"Khususnya KRL di Jabodetabek tinggi sekali (minat masyarakat). Bayangkan saru hari 1,2 juta penumpang. Nah, kalau (Stasiun) Nambo nanti tambah, sekarang penumpang tiga ribu, bisa menjadi enam ribu. Angkutan massal akan produktif dan mereka yang menggunakan kendaraan individu itu pindah ke angkutan massal," ungkap Budi.
Dalam peninjauan ini, Budi didampingi Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, Dirjen Kereta Api Indonesia Zulfikri dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Polana B Pramesti. Selama kunjungan, mereka tetap mematuhi protokol kesehatan.
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau
Stasiun Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Hal ini dalam rangka rencana reaktivasi atau pengaktifan kembali stasiun yang sudah lama tidak dioperasikan itu.
Budi mengatakan peninjauan itu menjadi aktualisasi dari perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara ingin kementerian/lembaga tidak menunda pekerjaan di tengah pandemi.
"Oleh karenya, saya memerintahkan kepada Dirjen kereta Api (Zulfikri) dan Kepala BPTJ (Polana B Pramesti) untuk reaktivasi dari rel dan stasiun yang ada di aglomerasi, baik itu aglomerasi Jakarta, Yogyakarta-Solo, Surabaya, dan Semarang," kata Budi di Stasiun Pondok Rajeg, Rabu, 11 Agustus 2021.
Menurut dia, pengaktifan kembali Stasiun Pondok Rajeg menjadi pekerjaan penting karena berada di kawasan aglomerasi. Stasiun itu merupakan aset pemerintah yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Baca:
Sektor Usaha Transportasi dan Pergudangan Melonjak 25,1% Selama Kuartal II-2021
"Apalagi di Jabodetabek ini KRL menunjukkan bahwa
going concern pemerintah untuk menomorsatukan angkutan massal. Apalagi kereta listrik yang
eco friendly itu menjadi suatu hal yang konsisten," ujar Budi.
Budi mengatakan pihaknya juga akan mereaktivasi berbagai stasiun dan jalur-jalur lain. Pengoperasian kembali akses KRL yang sebelumnya ditutup akan meningkatkan minat masyarakat menggunakan moda tersebut.
"Khususnya KRL di Jabodetabek tinggi sekali (minat masyarakat). Bayangkan saru hari 1,2 juta penumpang. Nah, kalau (Stasiun) Nambo nanti tambah, sekarang penumpang tiga ribu, bisa menjadi enam ribu. Angkutan massal akan produktif dan mereka yang menggunakan kendaraan individu itu pindah ke angkutan massal," ungkap Budi.
Dalam peninjauan ini, Budi didampingi Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, Dirjen Kereta Api Indonesia Zulfikri dan Kepala Badan Pengelola
Transportasi Jabodetabek Polana B Pramesti. Selama kunjungan, mereka tetap mematuhi protokol kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)