Petugas Polisi Polresta Solo menghalau pengunjuk rasa pada Simulasi Pengamanan (Sispam) Kota dengan tema 'Menghadapi Kontijensi Konflik Sosial' di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha)
Petugas Polisi Polresta Solo menghalau pengunjuk rasa pada Simulasi Pengamanan (Sispam) Kota dengan tema 'Menghadapi Kontijensi Konflik Sosial' di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha)

Panwaslu Jakut Pusatkan Pengawasan di Rusun dan Apartemen

Nasional pemilu serentak 2019
Nur Azizah • 15 April 2019 16:01
Jakarta: Jakarta Utara masuk jadi salah satu wilayah paling rawan konflik pemilu. Data ini berdasarkan pada pengalaman Pilkada DKI 2017 dan pilpres tahun 2014.
 
Ketua Panitia Pengawas Pemilu Jakarta Utara Benny Sanbo mengatakan, pihaknya sudah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi konflik. Misalnya, di Rusun Marunda, Cilincing, dan sejumlah apartemen.
 
"Kalau di DKI yang paling rawan di Utara. Yang jadi fokus kami itu apartemen, rusun Marunda, termasuk di beberapa tempat seperti penjagalan dan Kalijodo," kata Benny saat dihubungi, Jakarta, Senin, 15 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Benny menjelaskan, potensi konflik pemilu biasanya terjadi di kawasan padat penduduk. Selain itu, banyak pendatang baru yang sulit terdata.
 
Baca juga:16 Provinsi dengan Kerawanan Tinggi di Pemilu 2019?
 
"Termasuk di Koja itu juga rawan karena itu padat penduduk perumahan warga. Mereka yang tidak punya hak milih bisa juga ikut memilih. Itu pengalaman Pilkada di sana ada orang Lampung itu ikut memilih di DKI," ujar dia.
 
Kendati Jakarta Utara masuk dalam wilayah rawan konflik, ia memastikan pemilu berjalan aman. Dia mengaku sudah meminta bantuan aparat keamanan.
 
"Soal konflik keamanan ada tupoksi kepolisian. Kita sudah bekerja sama dari tingkat kota. Kita juga kerja sama dengan penyelenggara di KPU juga, karena pengalaman kita Pilkada banyak (konflik). Susah yang memilih di hari H," ungkap dia.
 
Jumlah Daftar Pemilih Tetap di Jakarta Utara diperkirakan mencapai 1,2 juta orang. Di Jakarta Utara terdapat enam kecamatan, 21 kelurahan, dan 4.563 tempat pemungutan suara.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif