BKSP Jabodetabekjur Disebut Banyak Rapat tak Ada Hasil
Gubernur Banten Wahidin Halim (tengah) mengikuti Rakor Pencegahan Korupsi APBD di Serang, Banten. Foto: Antara/Weli Ayu Rejeki.
Jakarta: Gubernur Banten Wahidin Halim menyebut Badan Kerja Sama Pembangunan Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (BKSP Jabodetabekjur) banyak rapat. Namun, hasilnya tidak ada. 
 
Salah satunya, soal penanganan banjir. Wahidin mengatakan, Banten butuh sekitar Rp2,5 triliun untuk menjalankan program pencegahan banjir. 
 
"Sudah dikasih tapi masih kecil. Kemarin baru terbatas Rp100 miliar tapi itu kan  seluruhnya untuk tiga kota," kata Wahidin di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin, 2 Juli 2018.
 
Menurutnya, dana yang diberikan masih terbilang kecil dengan beban manusia yang tinggal di Banten saat ini. Mantan Wali Kota Tangerang ini menyampaikan, Tangerang tergenang lantaran banyak orang yang bekerja di Jakarta membangun tempat tinggal di Tangerang.
 
"Kerjanya di Jakarta. Tinggal di Tangerang. Beban berat. Transportasi kan juga di Tangerang. Tangerang kan banjir juga gara-gara daerah tempat orang tinggal. Jadinya kawasan yang tadinya tidak boleh dibangun jadi dibangun rumah," ungkapnya.
 
Baca: Gubernur Banten Sindir BKSP Jabodetabekjur di Masa Ahok

Wahidin mengaku sudah berbicara pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, namun tidak ada tindak lanjut. "Sudah dari dulu. BKSP rapat-rapat hasilnya enggak ada," pungkas dia. 
 
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah mengalokasikan dana untuk Banten. Ia mengklaim jumlah yang diberikan tidak kecil.
 
"Tentu ada porsinya. Ada memang bagian Jakarta, ada bagian daerah dan Pusat. Jadi kita juga hormati pengaturannya, tapi yang pasti DKI Jakarta pun sudah mengalokasikan tidak kecil jumlahnya," pungkas dia.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id