Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Pemerintah Diminta Tak Buru-Buru Mengoperasikan LRT

Nasional lrt
Nur Azizah • 13 Oktober 2019 12:02
Jakarta: Pengamat transportasi Djoko Setijowarno meminta pemerintah tak tergesa-gesa mengoperasikan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Sebab, LRT Jabodebek belum siap 100 persen.
 
"Tidak perlu terburu-buru mengoperasikan LRT Jabodebek, sebelum siap semuanya," kata Djoko dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu, 13 Oktober 2019.
 
Djoko mengatakan LRT butuh sumber daya manusia (SDM) yang mahir dan andal. PT. Kereta Api Indonesia (KAI) bekerja sama dengan SMRT Singapura untuk mendidik sejumlah personel yang nantinya akan mengoperasikan LRT Jabodebek. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kementerian Perhubungan punya pengalaman ketika mengoperasikan LRT Sumatera Selatan tahun lalu. Karena waktu kurang cukup untuk persiapan berbagai macan test uji terhadap prasarana, sarana ketika dioperasikan kurang memuaskan publik saat itu," ujar dia.
 
Beberapa hari lalu ada permintaan agar LRT Jabodebek Harjamukti (Cibubur)-Cawang sepanjang 14,95 kilometer segera dioperasikan. Secara konstruksi, lintasan ini sudah selesai namun belum dilengkapi dengan fasilitas sinyal, telekomunikasi, dan listrik.
 
"Ditambah lagi pekerjaan konstruksi bangunan stasiun belum mencapai 50 persen. Disamping itu, jalan akses ke stasiun, fasilitas transportasi umum lanjutan dan lahan parkir bagi kendaraan bermotor dan tidak bermotor belum nampak sama sekali," ujar Djoko.
 
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyaratakatan organisasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengatakan, target operasi LRT Jabodebek di tahun 2021 sudah pas. 
 
Jaringan LRT Jabodebek 82,93 kilometer, terbagi dua fase pembangunan. Fase pertama sepanjang 44,43 kilometer dengan 19 stasiun. Fase ini terbagi lagi dalam tiga lintas pelayanan, yaitu Cawang-Harjamukti (Cibubur) 14,89 kilometer dengan satu stasiun, lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 11,05 kilometer dengan sembilan stasiun.
 
Lalu, lintas Cawang-Jatimulya (Bekasi Timur) 18,49 kilometer dengan enam stasiun. Sedangkan fase kedua sepanjang 38,5 kilometer terbagi tiga lintas, yakni Palmerah-Senayan 7,8 kilometer, Cibubur-Bogor 25,0 kilometer, dan lintas Palmerah-Grogol 5,7 kilometer.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif