Rilis penyelundupan barang-barang ilegal asal Tiongkok di Polda Metro Jaya, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)
Rilis penyelundupan barang-barang ilegal asal Tiongkok di Polda Metro Jaya, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)

Kosmetik hingga Elektronik Ilegal Asal Tiongkok Gagal Diselundupkan

Nasional penyelundupan obat ilegal
Siti Yona Hukmana • 14 Agustus 2019 13:56
Jakarta: Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan kosmetik, obat, dan barang ilegal lain senilai Rp67,1 miliar. Barang-barang tersebut diselundupkan setiap pekan.
 
"Jika dikalikan setahun barang selundupan ini bisa mencapai Rp3 triliun lebih," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Gatot membeberkan kosmetik, obat-obatan, bahan pangan, dan elektronik tak bernomor itu berasal dari Tiongkok. Kerugian negara yang dihitung berdasarkan penghitungan bea masuk diduga mencapai Rp17 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Barang-barang kosmetik kan datang dari luar, belum mendapat izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) atau izin edar lainnya. Jadi kita enggak tahu isinya tapi bisa menimbulkan kerugian negara," ujar Gatot.
 
Pengungkapan kasus kemudian mengerucut pada penetapan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni PL, 63, dan H, 30, yang telah beroperasi selama delapan tahun; EK, 44, beroperasi lima tahun, dan warga negara Tiongkok berinisial AH, 40, sudah beroperasi satu tahun.
 
"Mereka ditangkap di dua lokasi, Pelabuhan Tegar atau Marunda Center Terminal, Bekasi, Jawa Barat, dan Pelabuhan Dadap Residence , Kosambi, Tangerang, Banten, pada 7 Agustus 2019," ungkapnya.
 
Baca juga:Benih Lobster Selundupan Dipasarkan di Singapura
 
Setelah dari Tiongkok, kata Gatot, barang-barang selundupan dikirim via Malaysia melalui pelabuhan Pasir Gudang Johor, kemudian diteruskan ke Kuching Serawak. Barang dibawa menggunakan truk ke perbatasan wilayah Indonesia untuk diselundupkan melalui jalan darat ke wilayah Jagoi Babang, Kalimantan Barat.
 
Untuk menyamarkan aksi, barang-barang itu kemudian diangkut menggunakan truk besar dari Pontianak melalui pelabuhan Dwikora. Lalu menggunakan kapal angkut dan masuk ke pelabuhan Tegar atau Marunda, Bekasi, Jawa Barat. Saat diamankan, 10 truk berisi barang-barang ilegal disita.
 
"Setahun negara kita bisa rugi hampir Rp800 miliar, ini baru satu kelompok," pungkas Gatot.
 
Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 197 UU Nomor 36 tahun 2014 tentang Kesehatan, dengan pidana penjara 15 tahun, dan denda maksimal Rp1,5 miliar. Pasal 140 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan pidana penjara dua tahun dan denda maksimal Rp4 miliar.
 
Kemudian, Pasal 104 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Serta Pasal 62 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan pidana penjara dua tahun dan denda maksimal Rp500 juta.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif