Benih lobster selundupan. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Benih lobster selundupan. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Benih Lobster Selundupan Dipasarkan di Singapura

Nasional penyelundupan lobster
Theofilus Ifan Sucipto • 14 Agustus 2019 07:58
Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut benih lobster yang diselundupkan dari Lampung rencananya akan dijual ke Singapura. Dari sana, hewan invertebrata itu dipasarkan kembali.
 
"Ada politik dagang yang tinggi di China dan Vietnam dengan nelayan di pulau-pulau dapat (benihnya) gampang, (uang) cepat cair. Akhirnya nelayan tergiur," kata Kepala Subdirektorat (Kasubdit) IV Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri Kombes Parlindungan Silitonga di Gedung Bareskrim, Selasa, 13 Agustus 2019.
 
Menurut dia, dari tangan 10 tersangka yang diringkus di Lampung, polisi menyita benih lobster jenis pasir 57.058 ekor dan jenis mutiara 203 ekor. Total nilai jual benih lobster ini ditaksir hingga Rp8,5 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Adapun harga yang dijual kisaran Rp100 sampai 150 ribu per ekor benih,” jelas dia.
 
Parlindungan menyebut penangkapan para tersangka ini hasil kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Lampung pun menjadi satu dari sekian daerah yang memiliki benih lobster.
 
Menurut temuan, jelas dia, benih lobster terbanyak berada di Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Lampung, hingga Bengkulu. Namun, keberadaan benih lobster hanya diketahui nelayan setempat.
 
Baca: Penyelundupan Benih Lobster Ganggu Ekosistem
 
Nilai jual yang tinggi dengan pasar yang besar membuat nelayan tertarik untuk menjual benih lobster sembunyi-sembunyi. Guna mencegahnya, Kepolisian dan KKP bakal mengimbau nelayan untuk tidak menyelundupkan benih lobster.
 
KKP berjanji akan melindungi pemasaran benih lobster bagi nelayan di dalam negeri. Hal itu untuk mencegah penjualan benih ke negara tetangga. "Nelayan juga bisa terangsang untuk jual (keluar negeri). KKP akan beri arahan ke nelayan," ungkap dia.
 
Sementara itu, 10 tersangka penyelundupan dikenakan Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Mereka terancam pidana penjara hingga enam bulan dan denda paling banyak sebesar Rp1,5 miliar.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif