Busa memenuhi Kali Item - Medcom.id/Cindy.
Busa memenuhi Kali Item - Medcom.id/Cindy.

Pengusaha Penatu Bantah Sumbang Busa di Kali Sentiong

Nasional pemprov dki pencemaran sungai
Muhammad Al Hasan • 05 Januari 2019 15:42
Jakarta: Pengusaha penatu di sekitar Kali Sentiong membantah ikut menyumbang busa di kali. Para pengusaha mengaku sudah menggunakan detergen ramah lingkungan dalam operasional.
 
Nita, 35, salah satu pengusaha cuci itu mengaku selama ini menggunakan detergen ramah lingkungan. Dia menggunakan detergen cair yang sudah memenuhi standar komunitas pengusaha penatu.
 
"Kalau saya mesin cuci dan pakai standar produk sabun yang digunakan itu semuanya standar laundry, karena kita ikut komunitas laundry. Ramah lingkungan jadi nggak asal, yang penting punya mesin, yang penting tahu dicuci disetrika wangi, bukan seperti itu, kita ikut standarnya dan saya punya sertifikat standar laundry rumahan," kata Nita ditemui Medcom.id di rukonya, Jalan Telaga Raya, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu, 5 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada, Mala, 41, pengusaha penatu mengaku sudah menggunakan detergen yang irit dan ramah lingkungan. Menurut Mala, untuk detergen cair di botol 750 mil bisa untuk membersihkan 100 kilo cucian dan habis dalam tempo dua minggu.
 
Adapun takarannya disesuaikan. Sementara untuk air, dia menggunakan 15 liter air untuk sekali mencuci 5 kilogram pakaian.
 
"Pokoknya pakai sedikit langsung bersih deh," ungkap dia.
 
(Baca juga:10 Pengolah Limbah Akan Dibangun di Kali Item)
 
Pengusaha Penatu Bantah Sumbang Busa di Kali Sentiong
Detergen yang dipakai pengusaha penatu - Medcom.id/Muhammad Al Hasan
 

Baik Nita maupun Mala menggunakan produk detergen yang berbeda. Nita mendapatkan supply dari komunitas sementara Mala membeli detergen racikan via daring.
 
Nita menilai, busa di Kali Item bukan akibat usaha penatu. Dia meminta Pemprov DKI mengecek detergen dari rumah tangga di kawasan perumahan padat penduduk.
 
"Jadi karena ini memang dari rumah-rumah di lingkungan sini ke danau, sebaiknya diinspeksi, cek lagi semua rumah-rumah apakah benar sumbernya dari usaha laundry?," tutur Nita.
 
Sebelumnya Gubernur DKI Anies Baswedan melakukan inspeksi ke Kali Sentiong pada, Rabu, 2 Januari lalu. Ia bilang bahwa pengusaha penatu dan bengkel cuci motor akan diatur ulang keberadaannya karena diduga sebagai biang pencemaran air di danau Sunter Selatan.
 
"Kami akan mengatur tentang di mana-mana saja boleh melakukan pencucian mobil dan tempat laundry dan pengolahan air limbah hasil pencucian mobil dan hasil laundry," kata Anies di Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis, 3 Januari 2019.
 
(Baca juga:Pengawasan Industri di Jakarta Dinilai Lemah)
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif