Pengendara sepeda motor masuk tol dinilai membahayakan keselamatan. (Foto: MI/Immanuel Antonius)
Pengendara sepeda motor masuk tol dinilai membahayakan keselamatan. (Foto: MI/Immanuel Antonius)

Wacana Motor Masuk Tol Tak Cocok di Ibu Kota

Lukman Diah Sari • 31 Januari 2019 15:35
Jakarta: Keinginan Ketua DPR Bambang Soesatyo agar sepeda motor bisa masuk tol ditentang oleh pengamat transportasi Universitas Indonesia Ellen Tangkudung. Ellen beralasan keselamatan jadi faktor utama. 
 
"(Tol sepeda motor) sudah ada di Suramadu dan Bali Mandara. Kedua jalan itu memang dari awal sudah mempersiapkan jalur khusus motor," beber Ellen kepada Medcom.id, Kamis, 31 Januari 2019. 
 
Menurut Ellen tol untuk sepeda motor di Suramadu dan Bali Mandara memang dipersiapkan sejak desain awal. Jalur sepeda motor dipersiapkan secara khusus. "Tidak mengambil jalur yang sudah ada sekarang," ucapnya.

Baca juga: Sepeda Motor Masuk Tol Tak Mengurangi Macet
 
Dia menerangkan spesifikasi tol memiliki lebar yang sudah ditentukan sebagai jalan bebas hambatan. Bila dikurangi agar motor bisa masuk tol, spesifikasi jalan bebas hambatan tak lagi berlaku. 
 
"(Tol) itu tidak bisa dikurangi. Kalau pun mau, harus dibuat di luar itu," ucapnya. 
 
Ellen tak sepakat jika jalan tol di ibu kota menyisihkan tempat untuk jalur khusus sepeda motor. Jalan tol dalam kota yang sudah macet akan semakin macet
 
"Saya enggak setuju. Spesifikasi jalan terganggu karena berkurangnya jalur dan kedua faktor keselamatan," jelas dia.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan