Ilustrasi macet - MI/Pius Erlangga.
Ilustrasi macet - MI/Pius Erlangga.

Sejumlah Faktor Menurunnya Kemacetan di Jakarta

Nasional macet jakarta kemacetan lalu lintas
Nur Azizah • 17 Juni 2019 11:24
Jakarta: TomTom Traffic Index merilis tingkat kemacetan di seluruh dunia. Berdasarkan riset pada 2018, tingkat kemacetan di Jakarta turun 8 persen.
 
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan turunnya tingkat kemacetan di ibu kota disebabkan tujuh pembangunan di bidang transportasi. Salah satunya beroperasinya jalan lintas atas dan lintas bawah.
 
Ada 10 jalan lintas atas dan bawah baru, yakni lintas atas Jembatan Tiga, Pancoran, lintas bawah Mampang-Kuningan, Matraman dan Salemba, Kartini, dan Santa. Lalu, tiga lintas atas dibangun di jalan tak sebidang perlintasan kereta api.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiganya yakni di Bintaro Permai, Cipinang Lontar, dan Jalan Panjang. Pembangunan jembatan dan terowongan ini dilakukan sejak 2016.
 
"Kemacetan menurun juga karena penutupan perlintasan sebidang kereta api," kata Sigit, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.
 
Faktor ketiga karena area kebijakan ganjil genap diperluas dan diperpanjang waktunya. Perluasan area ganjil genap ini mulai berlaku 2 Januari 2019.
 
Keputusan itu ditandai dengan terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sistem Ganjil Genap. Sigit menyebut penataan ulang Jalan Thamrin dan Sudirman juga menyumbang kelancaran arus lalu lintas.
 
(Baca juga:Anies Optimistis Transportasi Terintegrasi pada 2030)
 
Penataan jalan Sudirman hingga Thamrin sudah direncanakan sejak 2016. Lalu dimatangkan pada 2017 dan kemudian dieksekusi beberapa bulan kemudian.
 
"Lalu, adanya program Jaklingko yang merangkul angkutan umum dalam manajemen Dishub DKI sehingga tidak berhenti sembarangan karena sudah mengacu pada sistem rupiah per kilometer," ujar dia.
 
Faktor lain ialah banyaknya rute-rute baru yang dibuka PT TransJakarta. Salah satu yang paling fenomenal ialah Koridor 13 Ciledug-Tendean.
 
Koridor 13 kemudian membuka rute baru 13C Ciledug-Tosari, 13B Ciledug-Pancoran, dan 13E Ciledug-Kuningan. Selain itu, PT Transjakarta juga banyak membuka rute non-BRT seperti Tanah Abang-Gondangdia, Tanah Abang-Pasar Senen, dan layanan bus gratis GR1 Harmoni-Bundaran Senayan.
 
"Selain itu, menugaskan Transjakarta untuk terintegrasi dengan angkutan perkotaan dan mewadahi program Jaklingko, serta integrasi dengan MRT dan LRT," ungkapnya.
 
Faktor terakhir yang tak kalah penting ialah bekerja sama dengan pihak terkait seperti Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) dan Dishub di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Ini untuk bersama-sama mengembangkan transportasi dari dan ke daerah permukiman ke kota serta ke bandara.
 
Dalam survei yang dirilis TomTom Traffic Index, Jakarta menempati urutan ketujuh negara dengan tingkat kemacetan paling tinggi. Sebelumnya, Jakarta ada di peringkat empat. Sementara di posisi pertama ditempati Mumbai dengan presentase 65 persen, lalu Bogota 63 persen, Lima 58 persen, New Delhi 58 persen, Moscow Region 56 persen, dan posisi keenam ada Istanbul dengan tingkat kemacetan 53 persen.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif