Anies Ancam Mutasi Lurah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin rapat di Kantor Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengancam bakal memutasi lurah yang memberikan pelayanan buruk. Dia pun meminta masyarakat tak takut melaporkan lurah yang lambat dan tak melayani dengan baik.

"Kita akan responsif bila ada laporan. Bila benar ada penurunan pelayanan, maka rotasi, mutasi, dan demosi akan kita kerjakan," kata Anies di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Juli 2018.

Anies juga tak akan memberi ampun bagi lurah yang meminta pungutan liar. Bila terbukti, mereka bakal dipecat. "Apalagi kalau ada pungli. Siap-siap berhenti," tegas dia.


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mewanti-wanti seluruh jajarannya, termasuk wali kota yang baru dilantik, untuk meningkatkan pelayanan. "Instruksinya jelas bahwa pelayanan harus meningkat," tutur dia.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sempat mendapatkan laporan pungli di kelurahan. Banyaknya, pungli terkait pembuatan sertifikat tanah.

"Buat sertifikat dari girik dihargai Rp50 juta, ada yang Rp100 juta," kata dia, Senin, 16 Juli 2018.

Baca: Dicopot Anies, Eks Wali Kota Berencana Gugat

Uang tersebut biasanya diserahkan saat membuat PM 1 atau surat pengantar kelurahan. Mendengar laporan tersebut, Prasetio geram dan ingin melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

"Saya akan ke lapangan untuk OTT mereka. Supaya mereka tahu, bagaimana investasi di Jakarta ini berjalan baik kalau semua dihambat? Ya mandek lagi," tegas dia.




(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id