Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Anies Beberkan Alasan Hentikan Swastanisasi Air

Nasional swastanisasi air
Nur Azizah • 11 Februari 2019 17:26
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan alasannya mengambil alih pengelolaan air dari tangan swasta. Saat ini, air di Jakarta masih dikelola PT PALYJA dan PT Aetra.
 
Perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI, PT PALYJA, dan PT Aetra telah berlangsung sejak tahun 1997 hingga 2023. Sejak perjanjian itu, cakupan air di DKI Jakarta hanya tumbuh 14,9%.
 
"Saat swastanisasi dimulai, cakupan awal tahun 1998 adalah 44,5%. Berjalan 20 tahun (2018) hanya meningkat sampai 59,4%" kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 11 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anies menyampaikan, hingga tahun 2023 cakupan ketersediaan air DKI masih kurang 20%. Mantan Mendikbud ini ragu target itu bisa tercapai hanya dengan waktu empat tahun.
 
"Jadi, bayangkan lebih dari 20% harus dijangkau di tahun 2023. Sementara selama 20 tahun, swasta baru bisa melaksanakan peningkatan rata-rata 15%," ungkapnya.
 
Baca: Anies Diminta tak Tipu-tipu Soal Swastanisasi Air
 
Lantaran itu, Anies berniat mengambil alih pengelolaan air. Sebab, lanjut dia, pemenuhan kebutuhan air minum dan air bersih sebagai hak dasar warga adalah prioritas utama Pemprov DKI.
 
"Jadi, keputusan tahun 1998 itu adalah mendelegasikan kewenangan pengelolaan itu diberikan kepada swasta, sekarang kita akan siap untuk mengambil alih dari swasta dikembalikan kepada pemerintah," pungkas dia.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif