Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Mohamad Ongen Sangaji--Medcom.id/Foto: Wanda
Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Mohamad Ongen Sangaji--Medcom.id/Foto: Wanda

Hanura DKI Tolak Calon Wagub PKS

Nasional Pengganti Sandiaga Uno
Nur Azizah • 07 Januari 2019 14:32
Jakarta: Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta menolak seluruh calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Mohamad Ongen Sangaji menilai, tiga calon pengganti Sandiaga Uno tidak memiliki kemampuan memimpin Ibu Kota.
 
Tiga orang yang dimaksud Ongen ialah Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Agung Yulianto, dan Ketua Dewan Syariah (DSW) DPW PKS DKI Ahmad Suhaimi. Ongen menyebut, mereka tak paham persoalan Jakarta.
 
“Saya bukan menolak atau tak suka dengan kader PKS. Tetapi, saya kasian dengan Jakarta kalau dipegang dengan orang yang salah,” kata Ongen di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI ini ingin pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan memiliki jejak rekam yang baik. Lantaran itu, Ongen meminta PKS dan Gerindra DKI kembali duduk bersama sebagai pemilik sah kursi Wagub DKI.
 
“Masak kami disuruh memilih orang yang trackrecord-nya tak jelas. Inget, DKI miliki APBD besar. Kalau salah bisa bahaya. Jangan samakan DKI, dengan provinsi lain atau kelas wali kota. Permasalahanya beda," jelas dia.
 
Baca: PKS Sodorkan Tiga Nama Cawagub ke Gerindra
 
Menurutnya, banyak tokoh DKI yang berkiprah di nasional bisa diajukan sebagai Wagub DKI. Sebab, lanjut dia, wagub bukan posisi ban serep.
 
“Wagub DKI harus betul-betul yang mampu menjalankan tugas maupun fungsinya. Saya yakin, jika tiga orang yang diajukan PKS terpilih, hanya duduk mania saja. Ini bisa saya pastikan. Makanya, Hanura menolak,” tegas dia.
 
“Hanura tak akan ikut campur internal Gerindra dan PKS dalam tentukan calon. Tapi, ya harus yang paham Jakarta. Bagi, saya tiga orang kader PKS tak paham Jakarta. Repot. Kalau wagub tak paham daerah,” tambahnya.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif