Kabut pekat akibat polusi udara menyelimuti Kota Jakarta saat jam pulang kerja. Foto: MI/Panca Syurkani.
Kabut pekat akibat polusi udara menyelimuti Kota Jakarta saat jam pulang kerja. Foto: MI/Panca Syurkani.

Langit Kelabu Jakarta Berbahaya

Nasional polusi udara
Antara • 28 Juni 2019 18:13
Jakarta: Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan langit kelabu Jakarta menandakan kualitas udara yang sangat tidak sehat. Fenomena ini terjadi seminggu belakangan.
 
"Kualitas udara sangat tidak sehat bagi warga Jakarta dan siapa pun yang sedang berada di Jakarta," kata Ahmad dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Dia mengatakan langit Jakarta pada hari-hari libur Lebaran tahun ini juga kelabu. Hal ini berbeda dengan Lebaran 2018, ketika langit biru muncul karena penurunan penggunaan kendaraan bermotor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ahmad mengatakan pemantauan kualitas udara dilakukan Pemerintah DKIJakarta sepanjang 2012-2017 dan Kedutaan Besar Amerika Serikat periode 2016-2017. Data menunjukkan dalam lima tahun terakhir, pencemaran udara di Jakarta tergolong tinggi dengan parameter dominan PM2,5, PM10 dan SO2.
 
Baca: Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia
 
Indeks kualitas udara pada 2018 menunjukkan kualitas udara Jakarta termasuk berkategori baik hanya 20 hari dalam kurun 1 Januari-18 Agustus 2018. Sumber pencemaran udara terbesar terbesar berasal dari kendaraan bermotor (47 persen) disusul industri (22 persen), debu jalanan (11 persen), domestik (11 persen), pembakaran sampah (lima persen), dan proses konstruksi (empat persen).
 
Ia mendesak pihak-pihak terkait segera meningkatkan upaya untuk mengendalikan pencemaran udara. "Agar tidak berlanjut malapetaka pencemaran udara Jakarta ini," kata dia.
 
Tanpa peningkatan upaya pengendalian, polusi udara di Ibu Kota bisa makin parahdan berdampak buruk terhadap kesehatan warganya. Udara yang sangat tidak sehat, dapat memicu penyakit seperti gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit, alergi, pneumonia, asma, bronchopneumonia, jantung koroner, kanker, masalah fungsi ginjal, sampai kematian dini.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif