Langkah PKS Merebut Kursi Wagub DKI Dikritik

M Sholahadhin Azhar 20 Agustus 2018 13:13 WIB
pemprov dki
Langkah PKS Merebut Kursi Wagub DKI Dikritik
DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani.
Jakarta: Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengkritik sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang melobi Partai Gerindra agar diberi keleluasaan mencalonkan wakil gubernur (wagub) baru. Hal itu dianggap tak perlu dilakukan.

"PKS ngapain ngemis-ngemis begitu, sudah itu enggak demokratis. Katanya PKS sekarang demokratis, ya sudah calonkan saja. Kalau menang ya menang, kalau kalah ya kalah," kata Bestari di Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

Menurut dia, lobi PKS ini tak memberi pelajaran politik. Pasalnya, ke depan, meski Gerindra dan PKS yang berwenang mencalonkan pengganti, keputusan tetap di tangan para anggota DPRD DKI. Sebanyak 73 dari 106 anggota harus kuorum dan menentukan calon-calon yang diusung.


"Masa pakai minta sana sini, masa jabatan mau minta-minta. Itu kan enggak memberikan pembelajaran politik itu," imbuh Bestari.

Saat ini, kata dia, PKS harus memikirkan kualitas calon yang diusung. Dari Gerindra, Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik digadang-gadang menjadi pengganti eks wagub Sandiaga Uno. PKS perlu menunjuk calon yang bisa melawan elektabilitas Taufik.

Baca: DPRD DKI Tak Kejar Waktu Pilih Pengganti Sandi

Ia meramalkan PKS tak akan menang jika mengusulkan eks Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Jenderal PKS Mardani Ali Sera. Semua anggota DPRD diklaim akan condong ke Taufik yang dianggap berpengalaman di Jakarta.

"Orang enggak kenal siapa itu Syaikhu, siapa itu Mardani. Mereka kan enggak ngerti DKI," kata Bestari.

Namun, ia menyebut PKS masih punya peluang dengan mencalonkan Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana (Bang Sani). Bestari melihat, sosok Sani paling kompeten jika dibandingkan Mardani atau pun Syaikhu. Pertarungan antara PKS dan Gerindra pun akan seimbang.

"Saya kira yang paling berpengalaman itu kan Sani, baru itu kan dari sebelah sini (Gerindra) Taufik, baru itu akan menimbulkan gairah berpikir mana yang paling baik," ungkap dia.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id