NEWSTICKER
Kamera pengawas terpasang di area halte bus TransJakarta Imigrasi, Jakarta Selatan. Foto: MI/Bary Fatahilah
Kamera pengawas terpasang di area halte bus TransJakarta Imigrasi, Jakarta Selatan. Foto: MI/Bary Fatahilah

Rute dan Operasional Transportasi Massal di DKI Dipangkas

Nasional transjakarta mrt Virus Korona lrt
Putri Anisa Yuliani • 15 Maret 2020 23:22
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas rute bus TransJakarta. Moda transportasi massal berbasis bus ini sebelumnya melayani 248 rute termasuk 13 rute koridor.
 
Mulai Senin, 16 Maret 2020, sampai batas waktu yang belum ditentukan, hanya 13 rute koridor yang beroperasi. Sebanyak 235 rute nonkoridor seperti Mikrotrans, bus low entry, dan Royaltrans tidak beroperasi.
 
"Jam operasional juga akan dipangkas. TransJakarta semula beroperasi selama 24 jam menjadi 12 jam saja sejak pukul 06.00 sampai pukul 18.00 WIB," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota, Minggu, 15 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemangkasan jam operasional juga berlaku pada angkutan Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Rel Terpadu (LRT). Kedua moda ini sedianya memiliki kapasitas maksimal 300 orang dan 200 orang per gerbong.
 
"Namun, mulai besok maksimal jumlah penumpang dalam satu gerbong hanya 60 orang. Jumlah gerbong dalam satu rangkaian MRT yang biasanya enam akan dikurangi menjadi empat," ungkap Anies.
 
Penerapan distancing social measure ini demi menekan penularan virus korona (covid-19). Pengoperasian MRT dan LRT yang semula dengan headway 5 menit pada jam sibuk dan 10 menit di luar jam sibuk pun menjadi 20 menit.
 
Rute dan Operasional Transportasi Massal di DKI Dipangkas
Grafis Medcom.id
 
Baca: Jokowi: Saatnya Kerja, Belajar, dan Ibadah di Rumah
 
Anies berharap pemangkasan ini diikuti dengan penetapan kebijakan dari pengusaha untuk menetapkan sistem kerja jarak jauh bagi karyawannya. Selain itu, pihaknya berharap masyarakat mulai mengurangi kegiatannya di luar.
 
"Kalau kita menaati ini, maka Jakarta tidak perlu ditutup. Kenapa? Karena warganya sudah memilih untuk tinggal di rumah, mengurangi interaksi fisik. Tidak perlu kemudian ada pemaksaan," pungkas dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif