Ilustrasi air - Medcom.id.
Ilustrasi air - Medcom.id.

DKI Berpotensi Merugi Rp18 Triliun di Tata Kelola Air

Nasional swastanisasi air
Theofilus Ifan Sucipto • 13 Februari 2019 12:24
Jakarta: Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil alih tata kelola air minum Jakarta dari perusahaan swasta disambut baik. Pelayanan air yang saat ini dikelola pihak swasta melalui PT Aetra Air Jakarta (Aetra) danPT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja)dinilai jauh dari target.
 
"Akses air di Jakarta tidak sampai 60 persen. Bahkan berdasarkan hitungan kami tidak sampai 50 persen," kata Pengacara Publik Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) Alghifarri Aqsa saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 13 Februari 2019.
 
Alghifarri menaksir bila kontrak dengan Aetra dan Palyja dari 1997 hingga 2023 dilanjutkan, pemerintah daerah bakal merugi hingga Rp18 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perusahaan tidak bisa rugi. Karena di situ (kontrak) tertulis ada jaminan keuntungan untuk swasta. Jika perusahaan rugi, pemerintah provinsi (pemprov) yang menanggungnya," beber Alghifarri.
 
(Baca juga: Anies Beberkan Alasan Hentikan Swastanisasi Air)
 
Dia menyebut rencana Anies mengambil tata kelola air minum tidak melanggar putusan Mahkamah Agung (MA). Selama dilakukan dengan cara yang benar.
 
Cara itu, kata Alghifarri, misalnya melakukan terminasi atau penghentian kontrak. Meski berpotensi merugikan, dia menyarankan Pemprov DKI melihat peluang jangka panjang.
 
"Keuntungan bersih bisnis air mencapai Rp400 miliar per tahun," imbuh Alghifarri.
 
Cara lainnya melakukan riset mengenai aset yang dipakai. Kemudian menganalisis kerugian sebelum dikembalikan ke Perusahaan Daerah Air Minum Jakarta (PAM Jaya).
 
Alghifarri yakin, jika Pemprov DKI dan PAM Jaya membuat sistem yang jelas, maka tata kelola air di Jakarta menjadi maksimal. "Bisa membuat sistem yang jelas dengan paradigma hak atas air dan pemenuhan akses terhadap air," kata Alghifarri.
 
(Baca juga:Opsi Pengambilalihan Air DKI Dianggap Melenceng)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif