Halte TransJakarta dibakar massa menolak pengesahan UU Cipta Kerja. ANT/Dhemas Reviyanto
Halte TransJakarta dibakar massa menolak pengesahan UU Cipta Kerja. ANT/Dhemas Reviyanto

Cegah Perusakan saat Demo, Anies Minta Halte Dijaga TNI-Polri

Nasional dki jakarta Anies Baswedan Demo Tolak Omnibus Law
Putri Anisa Yuliani, Cindy • 12 Oktober 2020 04:07
Jakarta: Aksi demonstrasi menentang pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) berujung ricuh. Puluhan fasilitas umum mayoritas halte Transjakarta rusak.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak ingin perusakan fasilitas umum (fasum) saat demo terulang. Anies akan meminta fasum dijaga aparat.
 
"Ya insyaallah, dengan Kodam Jaya, kepolisian, dan jajaran Pemprov DKI, kita akan siapkan penjagaan ekstra untuk fasilitas-fasilitas umum yang ada di sekitar sini," kata Anies di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu, 11 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anies mengakui aksi demonstrasi masif di Jakarta bukan pertama kali terjadi. Sebab, Jakarta merupakan ibu kota pusat pemerintahan.
 
Lokasi Istana Presiden hingga gedung MPR/DPR yang menjadi poros kebijakan terletak di Jakarta. Namun, Anies menilai baru pertama kali banyak fasum rusak hingga pembakaran halte TransJakarta dan kios usaha pedagang.
 
"Tapi belum pernah kita mengalami sebuah demonstrasi di mana pelaku sampai membakar fasilitas umum di sepanjang Thamrin dan Sudirman. Jadi insyaallah pada waktu yang akan datang, ada penjagaan lagi," tutur dia.
 
(Baca: Perbaikan Halte TransJakarta Rampung Akhir Tahun)
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif