Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal
Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal

Taksi Online Disarankan Berpelat Kuning agar Bebas Ganjil Genap

Nasional taksi online sistem ganjil genap
Siti Yona Hukmana • 16 September 2019 09:01
Jakarta: Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir menyarankan taksi dalam jaringan (daring) menggunakan pelat nomor berwarna kuning. Hal ini agar kendaraan pribadi yang jadi angkutan umum itu terbebas dari sistem ganjil genap.
 
"Kan mau disebut sebagai angkutan, pakai plat kuning, selesai masalah," kata Nasir saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 16 September 2019. 
 
Nasir mengatakan para pengemudi taksi online itu banyak yang menolak untuk menggunakan pelat kuning. Mereka tetap menggunakan pelat hitam, tapi ingin terbebas dari ganjil genap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengemudi taksi daring, kata dia, sempat mengusulkan adanya stiker khusus. Menurut Nasir, hal itu belum bisa dilakukan karena belum ada payung hukumnya.
 
"Apakah nanti dasar hukumnya dari peraturan Menteri Perhubungan atau mungkin Korlantas Polri. Itu pun belum ada pembahasan terkait stiker khusus," ungkap Nasir.
 
Perluasan ganjil genap mulai diberlakukan, Senin, 9 September 2019 pada pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan 16.00 WIB-21.00 WIB. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo berharap sistem ini membuat kemacetan dan polusi udara di Ibu Kota berkurang.
 
Untuk melaksanakan penegakan pelanggaran ganjil genap itu, 1.061 personel lantas Polda dan satuan wilayah dikerahkan ke jalanan. Para pelanggar akan disanksi berdasarkan ketentuan yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). 
 
"Pelanggar dikenakan sanksi dua bulan penjara atau denda administrasi sebesar maksimal Rp500 ribu," ujar Nasir. 
 
Berikut perluasan ganjil genap di 25 ruas Jakarta ;
 
1. Jalan Pintu Besar Selatan
 
2. Jalan Gajah Mada
 
3. Jalan Hayam Wuruk
 
4. Jalan Majapahit
 
5. Jalan Medan Merdeka Barat
 
6. Jalan M. H. Thamrin
 
7. Jalan Jenderal Sudirman
 
8. Jalan Sisingamangaraja
 
9. Jalan Panglima Polim
 
10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jalan Ketimun 1-simpang Jalan TB Simatupang)
 
11. Jalan Suryopranoto
 
12. Jalan Balikpapan
 
13. Jalan Kyai Caringin
 
14. Jalan Tomang Raya
 
15. Jalan S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya-simpang Jalan KS. Tubun)
 
16. Jalan Gatot Subroto
 
17. Jalan M.T Haryono
 
18. Jalan H.R Rasuna Said
 
19. Jalan D.I Panjitan
 
20. Jalan Jenderal A. Yani (mulai dari simpang Jalan Perintis Kemerdekaan-simpang Jalan Bekasi Timur Raya)
 
21. Jalan Pramuka
 
22. Jalan Selemba Raya Sisi Barat, Jalan Salemba Raya Sisi Timur (mulai dari simpang Jalan Diponegoro-simpang Jalan Pramuka)
 
23. Jalan Kramat Raya
 
24. Jalan Stasiun Senen
 
25. Jalan Gunung Sahari
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif