Jakarta: Lokalisasi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jati Baru Raya belum membuat kesemrawutan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, selesai. Sejumlah PKL masih menggunakan trotoar untuk berdagang.
Pantauan Medcom.id, tampak sejumlah PKL masih menduduki trotoar di sisi Stasiun Kereta Tanah Abang. Mereka berjejer rapi dari pintu keluar stasiun hingga halte Jati Baru.
Mereka menyusun lapak saling berhadapan. Kedua sisi seakan sepakat menyisakan garis disabilitas dan sedikit ruang untuk pejalan kaki. Mayoritas PKL berjualan cemilan dan minuman ringan. Beberapa PKL juga berjualan aksesoris telepon genggam.
Baca: PKL di Blok G Tanah Abang Minta Jatah Lapak
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berada di sekitar PKL pun tak mengambil tindakan. Mereka berdalih proses lokalisasi masih dalam tahapan sosialisasi, sehingga pihaknya membiarkan PKL yang bertahan di atas trotoar.
"Ini hari pertama, ini sosialisasi untuk pedagang. Kita lihat tenda belum terpasang semua. Mungkin itu alasan PKL masih berada di trotoar," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko, kepada Medcom.id di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat 22 Desember 2017.
Yani mengaku pihaknya sudah berupaya untuk memindahkan PKL dari atas trotoar ke jalan raya. Pihaknya telah menerjunkan sebanyak 180 personel untuk melokalisasi para PKL. Akibat tenda PKL belum lengkap, pihaknya belum bisa bertindak tegas terhadap PKL yang masih berdagang di atas trotoar.
"Kita berusaha tidak melakukan upaya paksa. Kita tetap imbau PKL agar trotoar steril buat pengguna trotoar," pungkas dia.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/4KZOw6WN" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Lokalisasi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jati Baru Raya belum membuat kesemrawutan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, selesai. Sejumlah PKL masih menggunakan trotoar untuk berdagang.
Pantauan
Medcom.id, tampak sejumlah PKL masih menduduki trotoar di sisi Stasiun Kereta Tanah Abang. Mereka berjejer rapi dari pintu keluar stasiun hingga halte Jati Baru.
Mereka menyusun lapak saling berhadapan. Kedua sisi seakan sepakat menyisakan garis disabilitas dan sedikit ruang untuk pejalan kaki. Mayoritas PKL berjualan cemilan dan minuman ringan. Beberapa PKL juga berjualan aksesoris telepon genggam.
Baca: PKL di Blok G Tanah Abang Minta Jatah Lapak
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berada di sekitar PKL pun tak mengambil tindakan. Mereka berdalih proses lokalisasi masih dalam tahapan sosialisasi, sehingga pihaknya membiarkan PKL yang bertahan di atas trotoar.
"Ini hari pertama, ini sosialisasi untuk pedagang. Kita lihat tenda belum terpasang semua. Mungkin itu alasan PKL masih berada di trotoar," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko, kepada
Medcom.id di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat 22 Desember 2017.
Yani mengaku pihaknya sudah berupaya untuk memindahkan PKL dari atas trotoar ke jalan raya. Pihaknya telah menerjunkan sebanyak 180 personel untuk melokalisasi para PKL. Akibat tenda PKL belum lengkap, pihaknya belum bisa bertindak tegas terhadap PKL yang masih berdagang di atas trotoar.
"Kita berusaha tidak melakukan upaya paksa. Kita tetap imbau PKL agar trotoar steril buat pengguna trotoar," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)