Anggota DPRD DKI dari PSI William Aditya Sarana. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Anggota DPRD DKI dari PSI William Aditya Sarana. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Kronologi Temuan Anggaran Lem DKI Rp82 Miliar

Nasional kisruh apbd dki
Theofilus Ifan Sucipto • 30 Oktober 2019 15:39
Jakarta: Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta membeberkan kronologi penemuan kejanggalan anggaran pemerintah provinsi. PSI meminta rincian anggaran level komponen sejak awal Agustus 2019, tetapi tak diberikan Pemprov DKI.
 
"Saat ini sudah sampai pembahasan eksekutif di Komisi dan Banggar (Badan Anggaran) tapi datanya dibawa di hari H (pembahasan)," kata anggota DPRD DKI dari PSI William Aditya Sarana di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu 30 Oktober 2019.
 
Menurut dia, seharusnya rincian diberikan dua hingga tiga hari sebelum rapat. Pembahasan anggaran, kata dia, tidak maksimal jika data diberikan mendadak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami anggota DPRD diekspektasi mengkritisi dan membahas secara komprehensif, tapi baru hari H (data) datang," tutur William.
 
Pada Jumat, 11 Oktober 2019, siang, data Rencana Pembangunan Kerja Daerah (RKPD) 2020 sempat diunggah di situs APBD DKI. PSI sempat mengakses RKPD itu. Namun, data itu tidak dapat diakses saat sore hari.
 
Mereka menemukan anggaran Rp82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon oleh suku dinas pendidikan DKI. Rekam jejak situs tersebut tersimpan di komputer PSI. Tombol akses RKPD 2020 telah dihapus, tetapi situsnya tetap bisa diakses.
 
"Link-nya lupa di-take down," tutur William.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif