Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala
Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala

PSI Prediksi Anggaran DKI Defisit Rp10,7 Triliun

Nasional kisruh apbd dki
Sri Yanti Nainggolan • 13 November 2019 16:56
Jakarta: Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta memprediksi rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2020 defisit Rp10,7 triliun. PSI memperhitungkan hal ini dari dua sisi.
 
"Satu, defisit di sisi pendapatan yang artinya miss (salah) perhitungan terhadap proyeksi pendapatan dan belanja," kata Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad di Gedung DPRD DKI, Rabu, 13 November 2019.
 
Potensi defisit berasal dari belanja dan pajak. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengurangi proyeksi pendapatan Rp6,5 triliun di rancangan KUA-PPAS, dari Rp95,9 triliun menjadi Rp89,4 triliun, di dalamnya termasuk target pajak sebesar Rp49,5 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PSI membandingkan dengan target pajak 2019 Rp44,54 triliun, sedangkan realisasinya hanya Rp40,2 triliun. Artinya, ada defisit Rp4,34 triliun. PSI pun memperkirakan realisasi pajak pada 2020 hanya Rp43,7 triliun. Ada potensi defisit pajak Rp5,8 triliun.
 
Total anggaran belanja juga bermasalah. Pasalnya, jumlah anggaran belanja dalam pembahasan di rapat Komisi DPRD mencapai Rp94,3 triliun. Ada selisih Rp4,9 triliun dengan target pendapatan rancangan KUA-PPAS 2020.
 
"Defisit pada tahun 2020 akan jauh semakin lebar. Jika defisit pendapatan pajak digabungkan dengan defisit anggaran belanja, maka nanti APBD 2020 terancam defisit Rp10,7 triliun. Besar pasak daripada tiang," papar Idris.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif