Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan mengevaluasi penataan pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhir pekan ini. Evaluasi akan melibatkan tim Jakarta Smart City untuk memantau pergerakan masyarakat di kawasan itu.
"Hari Jumat (29 Desember) nanti kita akan pantau semua penataan-penataan yang berbasis data. Jakarta Smart City sudah kita terjunkan," kata Sandiaga di Komplek Maharta, Pondok Kacang, Tangerang Selatan, Senin 25 Desember 2017.
Baca: Penutupan Jalan Jati Baru 'Matikan' Pengusaha Ekspedisi
Evaluasi yang dilakukan tim Jakarta Smart City akan menggunakan metode heat map. Metode itu memantau pergerakan masyakarat di kawasan Tanah Abang. Evaluasi ini juga, kata Sandi, untuk menyesuaikan data, apakah keberadaan PKL menguntungkan, atau justru merugikan pedagang yang ada.
"Di lapangan ada yang menyatakan dagangannya berkurang, ada yang bilang meningkat, ada yang suka, ada yang enggak. Ini semua kita akan rangkum dalam satu database yang komperhensif sehingga nanti begitu evaluasi kita punya basis untuk mengevaluasi," ujarnya.
Baca: Dagangan PKL Tanah Abang Laris Manis
Sandi mengatakan, seluruh pedagang di Tanah Abang akan turut ditata dalam rencana jangka menengah hingga jangka panjang. Kebijakan penataan menyeluruh itu buntut dari adanya laporan pedagang yang merugi dengan keberadaan PKL.
Sementara itu, Sandi mengklaim penguna moda transportasi Tanah Abang Explorer meningkat drastis. Minggu 24 Desember misalnya, kata dia, pengguna moda ini mencapai 10 ribu orang.
"Berarti ini masukan yang sangat besar. ini menunjukkan integrasi antar moda transportasi ini sudah terjadi," ucap Sandi.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/xkEGD3MN" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan mengevaluasi penataan pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhir pekan ini. Evaluasi akan melibatkan tim Jakarta Smart City untuk memantau pergerakan masyarakat di kawasan itu.
"Hari Jumat (29 Desember) nanti kita akan pantau semua penataan-penataan yang berbasis data. Jakarta Smart City sudah kita terjunkan," kata Sandiaga di Komplek Maharta, Pondok Kacang, Tangerang Selatan, Senin 25 Desember 2017.
Baca: Penutupan Jalan Jati Baru 'Matikan' Pengusaha Ekspedisi
Evaluasi yang dilakukan tim Jakarta Smart City akan menggunakan metode heat map. Metode itu memantau pergerakan masyakarat di kawasan Tanah Abang. Evaluasi ini juga, kata Sandi, untuk menyesuaikan data, apakah keberadaan PKL menguntungkan, atau justru merugikan pedagang yang ada.
"Di lapangan ada yang menyatakan dagangannya berkurang, ada yang bilang meningkat, ada yang suka, ada yang enggak. Ini semua kita akan rangkum dalam satu database yang komperhensif sehingga nanti begitu evaluasi kita punya basis untuk mengevaluasi," ujarnya.
Baca: Dagangan PKL Tanah Abang Laris Manis
Sandi mengatakan, seluruh pedagang di Tanah Abang akan turut ditata dalam rencana jangka menengah hingga jangka panjang. Kebijakan penataan menyeluruh itu buntut dari adanya laporan pedagang yang merugi dengan keberadaan PKL.
Sementara itu, Sandi mengklaim penguna moda transportasi Tanah Abang Explorer meningkat drastis. Minggu 24 Desember misalnya, kata dia, pengguna moda ini mencapai 10 ribu orang.
"Berarti ini masukan yang sangat besar. ini menunjukkan integrasi antar moda transportasi ini sudah terjadi," ucap Sandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)