Tenaga medis rumatan terapi metadone Puskesmas Kemayoran, Irsyad. Foto: MTVN/Whisnu
Tenaga medis rumatan terapi metadone Puskesmas Kemayoran, Irsyad. Foto: MTVN/Whisnu

Terapi Metadon tak Bisa Diterapkan di Semua Pecandu Narkoba

Whisnu Mardiansyah • 01 Agustus 2017 16:44
medcom.id, Jakarta: Sebanyak 16 Puskesmas membuka layanan rumatan terapi metadone. Namun, tidak semua pencandu narkoba bisa diterapi dengan cara itu.
 
Tenaga medis rumatan terapi metadone Puskesmas Kemayoran, Irsyad, menjelaskan, rumatan terapi metadone adalah metode medis rehabilitasi khusus pengguna dan pencandu heroin. Tidak semua pasien penguna narkoba bisa direhabilitasi dengan terapi metadone. Harus ada assessment dari dokter zat kandungan yang masuk ke dalam tubuh pengguna.
 
Baca: Program IPWL di Puskesmas DKI Gagal
 
"Belum tentu pasien diterima atau tidak. Dia dites urine mengandung zat apa. Metadone hanya pengganti heroin," kata Irsyad kepada Metrotvnews.com di Rumatan Terapi Metadone Puskesmas Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 1 Agustus 2017.
 
Irsyad mengatakan, saat ini terapi pengobatan jenis narkotika selain heroin di Puskesmas belum tersedia. Padahal, tidak sedikit pecandu heroin kembali terjerumus dengan narkoba jenis lainya seperti sabu dan ganja.
 
Puskesmas hanya bisa merujuk pasien narkoba ke instansi kesehatan milik pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat yang aktif penyalahgunaan narkoba. "Kalau sabu, ganja di RSKO Cibubur dan Fatmawati disana ada semua. Kami hanya heroin saja," kata Irsyad.

Baca: Pengguna Narkoba yang Lapor ke BNN tak Ditahan
 
Irsyad berharap, Puskesmas bisa memiliki terapi dan pengobatan pecandu narkoba jenis lainnya. Pasalnya, pamor penggunaan narkoba jenis heroin sudah meredup dan lebih didominasi sabu dan ganja.
 
Ia mengungkapkan, sejak 2008 Puskesmas Kemayoran telah melayani 313 pasien pencandu heroin. Sejak 2013, hanya 46 pasien yang masih rutin aktif direhabilitasi. "Sisanya ada yang masuk penjara, ada yang meninggal, ada yang sudah lepas," ujarnya.
 
Irsyad mengatakan, para pecandu dan pengguna yang sedang tahap rehabilitasi sudah merasakan manfaatnya. Mereka perlahan bisa beraktifitas normal kembali dan berbaur dengan keluarga dan masyarakat sekitar. "Aktifitas enggak terganggu sama keluarga bisa sedikit percaya lagi," katanya.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>