Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Wilayah Rawan Kebakaran dapat Perlakuan Khusus

Nasional kebakaran
Kautsar Widya Prabowo • 15 Agustus 2019 02:51
Jakarta: Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Provinsi DKI Jakarta menyebut wilayah yang nantinya masuk dalam peta permukiman rawan kebakaran akan mendapatkan perlakuan khusus. Terutama dalam distribusi alat pemadam kebakaran (APAR).
 
Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran DPKP Provinsi DKI Jakarta Jon Vendri mengatakan, selain distribusi APAR, sosialisasi yang intens ihwal penanggulangan kebakaran juga dilakukan di wilayah yang masuk peta tersebut.
 
"(Sosialisasi) bisa kita lakukan setahun dua kali atau lebih, ada pengawasan secara berkala oleh temen-temen petugas damkar dua kali seminggu, sebagai wilayah prioritas alat pemadaman di masyarakat," ujar Jon kepada Medcom.id, saat ditemui di Kantor DPKP DKI Jakarta, Duri Pulo, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini peta permukiman rawan kebakaran masih dalam penghimpunan data-data di setiap rumah yang masuk kategori rawan kebakaran. Nantinya, peta tersebut akan disandingkan dengan peta rawan kebakaran miliki DPKP Jakarta tahun 2014-2018.
 
Untuk peta rawan kebakaran milik DPKP Jakarta menyebut terdapat 19 kelurahan yang memiliki RW-RW berkategori rawan kebakaran. Kelurahan tersebut meliputi Penjaringan, Semper Barat, Penggilingan, Kapuk Muara, Pademangan Barat, Ancol, Cengkareng Barat, Kapuk, Pejaten Timur, Tegal Alur, Rawa Buaya, Cengkareng Timur, Kebon Melati, Kalibaru, Kalideres, Kramat, Jelambar Baru, Warakas, dan Jelambar.
 
Baca:Pemprov DKI Gandeng Dasa Wisma Rancang Peta Rawan Kebakaran
 
Jika peta permukiman rawan bencana yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomer 65 tahun 2019 tentang gerakan warga cegah kebakaran, akan memiliki kualitas keakuratan data yang lebih baik. Tidak menutup kemungkinan 19 kelurahan rawan kebakaran tersebut dapat berkurang atau bertambah.
 
"19 Kelurahan ini bisa saja berkurang, karena banyak rumah warga yang tidak gampang terbakar, atau warganya sudah terlatih dalam kebakaran," pungkasnya.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif