Ilustrasi stadion BMW - MI/Pius Erlangga.
Ilustrasi stadion BMW - MI/Pius Erlangga.

Pembangunan Stadion Persija Tetap Berjalan di Tengah Sengketa

Nasional stadion bmw
Nur Azizah • 16 Mei 2019 12:56
Jakarta: PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku kontraktor Stadion Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa (BMW) tak terganggu dengan isu legalitas tanah. Pembangunan stadion yang menjadi kandang klub sepak bola Persija itu tetap berjalan meski Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menyatakan sertifikat tanah BMW yang dimiliki Pemprov DKI cacat hukum dan prosedur.
 
"Enggak (terganggu), kan jelas (instruksi) dari Pak Gubernur kalau pembangunan jalan terus. Jadi kita jalan terus," kata Direktur Konstruksi Jakarta Internasional Stadium PT JakPro Iwan Takwin saat dihubungi, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Saat ini, PT JakPro tengah melakukan soil test untuk menguji ketahanan tanah Stadion BMW. Tak hanya itu, pihaknya juga tengah melakukan proses kedalaman pondasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita lagi suntik ke bawah untuk tes kedalaman pondasi. Jadi, kita tahu pondasi pancang bisa sampai berapa," ucap dia.
 
Pengukuran ini sambil melakukan penimbunan dan perataan sampai mencapai level ketinggian keamanan banjir. Iwan mengklaim pengukuran dilakukan di atas lahan yang tidak bersengketa.
 
"Kalau yang bersengketa itu memang di lahan (stadion). Tapi enggak semua. Sebagian sih lebih ke sisi utara," ucap Iwan.
 
(Baca juga:Sertifikat Lahan Stadion BMW Cacat Hukum)
 
Soil test ditargetkan selesai akhir Minggu ini. Setelah soil test selesai, PT JakPro baru mulai melakukan pembangunan fisik stadion.
 
Stadion BMW atau Jakarta International Stadium berdiri di atas lahan seluas 221.600 meter persegi. Stadion ini dirancang untuk menampung sekitar 82.000 penonton.
 
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menyatakan sertifikat lahan Stadion BMW yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI cacat hukum dan prosedur. Putusan ini tertuang dalam Putusan Nomor 282/g/2018/PTUN-JKT yang dikeluarkan pada Selasa, 14 Mei 2019.
 
"Majelis hakim telah mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau dengan membatalkan Sertifikat Hak Pakai Nomor 314/Kelurahan Panggango dan Sertifikat Hak Pakai Nomor 314/Kelurahan Panggango (lahan pakaian BMW). Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa penerbitan kedua sertifikat tersebut terbukti cacat hukum baik secara prosedur dan substansi," bunyi putusan tersebut.
 
Akibat putusan tersebut, PT Buana Permata Hijau meminta Pemprov DKI untuk menghentikan proses pembangunan Stadion BMW. Kuasa hukum PT Buana Permata Hijau, Damianus H Renjaan, mendorong Pemprov DKI mematuhi putusan PTUN.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif