Aksi unjuk rasa berujung ricuh di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Antara/Akbar Nugroho Gumay
Aksi unjuk rasa berujung ricuh di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Antara/Akbar Nugroho Gumay

Polisi Endus Pergerakan Perusuh Demo UU Cipta Kerja

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Siti Yona Hukmana • 28 Oktober 2020 12:54
Jakarta: Polisi mendeteksi pergerakan kelompok perusuh yang akan menyusup ke barisan massa aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Polisi telah mengantisipasi pergerakan kelompok anarko tersebut.
 
"Ada beberapa tempat yang memang ada kelompok yang akan datang ke sini melakukan kerusuhan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Oktober 2020.
 
Namun, Yusri enggan memerinci lokasi kedatangan para perusuh. Hanya saja, Yusri memastikan personel pengamanan telah berjaga di lokasi kedatangan perusuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akan kita lakukan razia. Kita amankan nantinya," ujar Yusri.
 
Baca: 20 Ribu Personel Siap Amankan Demo UU Cipta Kerja di DPR Hingga Istana
 
Yusri mengimbau pedemo untuk berhati-hati. Dia mewanti-wanti pedemo dari buruh dan mahasiswa tidak terprovokasi massa perusuh tersebut.
 
"Paling utama kita harapkan teman-teman yang melakukan kegiatan unjuk rasa, kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tolong proteksi teman-temannya. Amankan tempatnya, jangan sampai ada yang masuk ke situ untuk merusak," kata mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
 
Ada tiga titik demo yang dilakukan sejumlah elemen buruh dan mahasiswa. Yakni Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat; Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat; dan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif