Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id

Pemprov DKI Kedepankan Upaya Persuasif Ajak Warga Ikut Vaksinasi

Nasional DKI Jakarta Virus Korona kemenkes pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia
Theofilus Ifan Sucipto • 17 September 2021 18:05
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan peraturan daerah (perda) soal denda menolak vaksin sudah ada dan bisa diterapkan. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mengedepankan upaya persuasif.
 
"Sekalipun perdanya dimungkinkan (mendenda), sejauh ini belum ada yang menolak secara terang benderang," kata Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 17 September 2021.
 
Perda yang dimaksud, yakni Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2020. Pasal 30 beleid itu berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi covid-19 dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ariza mafhum masih ada sekitar 2,7 juta warga Jakarta belum divaksin. Namun, dia menyebut penerapan denda merupakan jalan terakhir.
 
"Kan masih berproses, kami melakukan pendekatan, dan kami yakin semua warga ingin divaksin," ujar politikus Partai Gerindra itu.
 
Ariza mendorong warga Jakarta segera ikut vaksinasi. Supaya seluruh warga Ibu Kota aman dari covid-19.
 
"Kita ingin semuanya 100 persen selesai khususnya warga Jakarta, karena menjadi tanggung jawab kami," tutur dia.
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jutaan orang dengan kartu tanda penduduk (KTP) DKI belum divaksin covid-19. Pemprov DKI Jakarta berupaya segera merampungkan target vaksinasi.
 
"Kalau kita perhatikan di Jakarta ini masih ada 2,7 juta orang yang ber-KTP Jakarta yang belum tervaksinasi," kata Anies di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 September 2021.
 
Baca: Penyebab 2,5 Juta Warga DKI Belum Divaksinasi Covid-19

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif