Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.

Polisi Buru Perusak Halte TransJakarta saat May Day

Nasional may day hari buruh
Ilham Pratama Putra • 03 Mei 2019 19:26
Jakarta: Polisi memburu perusak pagar TransJakarta yang terjadi saat hari buruh. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan memeriksa hasil rekaman CCTV.
 
"Pelakunya masih dalam penyelidikan. Kita sudah mendapatkan video, kita masih koordinasi dengan pemerintah daerah, melihat cctv yang ada di sana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Argo belum bisa memastikan motif para pelaku. Motif baru bisa diketahui setelah pelaku ditangkap dan diperiksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait insiden yang sama di Bandung, Argo tidak banyak bicara. Namun tak menutup kemungkinan ada kesamaan gerakan pasukan berkaos hitam-hitam ini.
 
"Kita tak bisa berandai-andai ya. Kita harus lihat keterangan pelaku dan keterangan saksi. Tak menutup kemungkinan (ada) kaitan dengan kota lain. Bisa iya bisa tidak. Kita cek dulu, ini dari kelompok mana," ungkapnya.
 
Selain itu ditemukan aksi vandalisme berupa coretan hitam bertuliskan Rakyat Anti Kapitalisme May Day Rezim Fasis.
 
Lokasi vandalisme berada di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) arah Istana Negara, tepatnya di kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat.
 
Baca: Sebagian Pengikut Geng Anarko Sindikalism Remaja
 
Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian menduga rusuh dan vandalisme ini dilakukan oleh kelompok bernama Anarko Sindikalism. Kelompok Anarko Sindikalism merupakan paham yang dibawa oleh negara asing.
 
"Ada satu kelompok yang namanya Anarko Sindikalism dengan simbol A. Ini bukan kelompok fenomena lokal tapi fenomena internasional," kata Tito di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Dia menyebut kelompok tersebut sengaja memberikan doktrin kepada buruh. Buruh diminta menentang sistem pekerja yang ada serta menekankan pekerja tidak bisa diatur seenaknya oleh perusahaan.
 
"Di Indonesia paham itu baru berkembang beberapa tahun terakhir. Kita lihat tahun-tahun lalu di Yogyakarta, di Bandung. Sekarang juga ada di Surabaya, ada di Jakarta melakukan aksi kekerasan vandalisme, aksi coret-coret yang merusak pagar jalan," kata Kapolri.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif