Relawan berdiri ditengah-tengah jalur masuk penumpang saat mengkampanyekan aksi tolak pelecehan seksual terhadap perempuan di Stasiun Tanah Abang. Foto: MI/Pius Erlangga
Relawan berdiri ditengah-tengah jalur masuk penumpang saat mengkampanyekan aksi tolak pelecehan seksual terhadap perempuan di Stasiun Tanah Abang. Foto: MI/Pius Erlangga

Jakarta Harus Aman untuk Perempuan dan Anak

Nasional hak perempuan
Cindy • 21 Desember 2018 08:00
Jakarta: Polda Metro Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memberikan rasa aman terhadap perempuan dan anak. Jakarta harus menjadi kota yang ramah terhadap dua golongan tersebut.
 
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat nengatakan, perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami berbagai tindakan kekerasan dan diskriminasi. Berdasarkan data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak November 2018, kekerasan terhadap perempuan dan anak di DKI Jakarta mencapai 1.672 kasus.
 
"Untuk itu, Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI bersama-sama membentuk layanan dan tim terpadu dalam rangka pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain membentuk layanan dan tim terpadu, pihaknya telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP), pertukaran informasi dan data serta penanganan kasus sesuai mekanisme rujukan yang terintergrasi. Diharapkan, hal tersebut dapat memberikan jaminan perlindungan serta mewujudkan kota aman bagi perempuan dan anak.
 
Beberapa langkah akan dilakukan Polda Metro Jaya dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pertama, peninjaukan etos kerja dan kepekaan dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak sebagai kelompok rentan terhadap tindakan kekerasan dan diskriminasi.
 
Baca:Semua Pihak Diminta Ikut Melindungi Hak Perempuan
 
Kedua, meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk setiap program yang telah dicanangkan. Ini melingkupi pengetahuan keterampilan, sikap dan perilaku dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 
Ketiga, membangun komunikasi integrasi, sinkronisasi dan sinergi antara personil. Tujuannya untuk mewujudkan pelayanan terpadu dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif