Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Upaya Pemprov DKI Tekan Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran

Kautsar Widya Prabowo • 20 Mei 2021 10:24
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengupayakan sejumlah hal untuk menekan lonjakan kasus covid-19 pascalibur Lebaran 2021. Salah satunya, tes covid-19 bagi pemudik yang masuk Ibu Kota melalui jalur darat, udara, dan laut.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan skrining atau penyaringan pemudik. Skrining melalui rapid tes antigen dan GeNose C-19 di pintu kedatangan, seperti Gerbang Tol Cikampek kilometer 34 dan sejumlah terminal.
 
"Tujuannya untuk mendeteksi apabila ada pemudik yang terpapar covid-19, supaya bisa diisolasi dan tidak menularkan," ujar Anies saat meninjau pos KM 34 Tol Cikampek, Rabu, 19 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemudik yang mendapatkan hasil positif atau reaktif covid-19 akan dirujuk ke rumah sakit terdekat atau ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Pemudik akan menjalani tes kembali melalui metode polymerase chain reaction (PCR).
 
Anies juga telah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 33 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Mobilitas Penduduk dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 Pasca Hari Raya Idulfitri 1442 Hijirah. Aturan itu memerintahkan seluruh lurah memantau mobilitas warga yang baru pulang mudik.
 
(Baca: Rumah Warga DKI yang Pulang Mudik Ditempel Stiker Khusus)
 
"Para lurah melakukan pengendalian skala mikro di lingkungan RT dan RW bersama bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan bintara pembina desa (Babinsa)," bunyi Ingub Nomor 33.
 
Instruksi berlaku mulai 15-30 Mei 2021. Setiap lurah diharuskan menjalankan sejumlah upaya terhadap masyarakat yang baru pulang mudik.
 
Masyarakat yang tidak dapat menunjukkan surat bebas covid-19 diharuskan dibawa ke puskesmas terdekat. Kemudian, Gugus Tugas RT/RW diminta mendata warganya yang mudik. Rumah pemudik akan ditempel stiker khusus.
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan stiker menunjukkan penghuni rumah baru saja pulang mudik. Masyarakat sekitar tempat tinggal perlu berhati-hati atas ancaman penularan covid-19.
 
"Harus ada dong keterbukaan jangan dia memikirkan sendiri mudik, (tapi) tidak memikirkan keluarga, warga Jakarta tetangga yang lain. Kalau kita mudik berpotensi terpapar dan bisa menularkan kepada keluarga dan lingkungan terdekat," ujar Ariza.
 
Ariza menyebut stiker bakal dicabut saat penghuni rumah dapat menunjukkan hasil bebas covid-19. Penghuni yang terinfeksi covid-19 akan dirujuk ke tempat isolasi atau isolasi mandiri.
 
"Yang penting sudah mengikuti rapid antigen, kemudian ada bukti keterangan sehat dan baru bisa lolos," kata Ariza.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif