Membenahi Kolong Tol Wiyoto-Wiyono Perlu Kerja Bersama

Sunnaholomi Halakrispen 27 April 2018 18:37 WIB
penggusuran luar batang
Membenahi Kolong Tol Wiyoto-Wiyono Perlu Kerja Bersama
Pemukiman liar di kolong tol Wiyoto-Wiyono -- Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Pakpahan
Jakarta: Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menyebut membenahi kolong Tol Wiyoto-Wiyono dari pemukiman liar harus dilakukan bersama. Jasa Marga harus bekerja sama dengan Pemprov DKI. 

"Memang susah membenahinya karena itu membutuhkan kerja keras. Jadi bagaimana Jasa Marga bisa kerja sama dengan pemprov atau dinas terkait. Dinas LH (lingkungan hidup), Dinsos, dan lain-lain, agar kolong tol tidak lagi kumuh," ujar Yayat kepada Medcom.id, Jumat, 27 April 2018.

Yayat menganggap wajar keberadaan penghuni kolong tol. Pasalnya, ada keterbatasan dari pihak Jasa Marga yang memiliki kewenangan konstruksi tol, namun tidak memiliki kemampuan membenahi pemukiman liar. 


"Tapi mereka tidak punya kemampuan untuk mengusir atau mengawasi kolong karena harus kerja sama dengan pemprov. Jika tidak punya program untuk mengusir, maka jumlah penghuninya semakin banyak," tutur dia. 

(Baca juga: Warga: Lebih Baik Tinggal di Kolong Tol Ketimbang Rusun)


Ia menegaskan apabila hanya ada satu pihak yang berupaya membereskan masalah itu, maka akan sangat sulit mengatasinya. Hal tersebut lantaran jumlah penghuni kolong tol tidak sedikit dan terbentur biaya sewa tempat tinggal lain. 

"Mereka kan terbentur pada sewa karena terlalu besar. Ya sebaiknya ada rumah susun atau rumah yang layak, manusiawi, dan murah," ucap dia. 

Dia menambahkan, pemukiman di kolong tol dapat membahayakan konstruksi tol. Yak hanya itu, kelembaban dan sanitasi yang buruk, dapat menyebabkan penyakit paru-paru bagi masyarakat yang tinggal di sana. 

Bahkan, kata Yayat, tidak menutup kemungkinan ada kerawanan sosial dan kejahatan bagi masyarakat setempat terutama perempuan. Berbagai gangguan seperti suara kendaraan yang bising pun mengganggu ketenangan.

"Kalau pemukiman tidak layak dapat menimbulkan gangguan ketenangan, tidur pun jadi sulit karena adanya kebisingan suara. Emang bisa tidur yang di atasnya tiap detik kendaraan tinggi?," tukas dia. 

(Baca juga: Sandi Mengakui Pemprov Lalai di Kolong Tol)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id