ojek memenuhi bahu jalan dan angkutan umum ngetem di kawasan Pasar Minggu. Foto: Medcom.id/Kumara Anggita
ojek memenuhi bahu jalan dan angkutan umum ngetem di kawasan Pasar Minggu. Foto: Medcom.id/Kumara Anggita

Pasar Minggu Semakin Semrawut

Nasional kemacetan lalulintas
Kumara Anggita • 27 Desember 2018 12:36
Jakarta: Kondisi kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kini semakin semrawut. Terutama di sore dan malam hari.
 
Pantauan Medcom.id pada malam hari kesemrawutan terlihat di depan Stasiun Pasar Minggu dan lampu merah. Selain banyak pedagang buah yang menjajakan dagangan di bahu jalan, sejumlah angkot juga terlihat ngetem dan memarkir kendaraannya sembarangan.
 
Kemacetan diperparah oleh bus metromini yang diparkir di badan jalan serta bus TransJakarta yang berhenti menjelang underpass mengarah ke Depok.
 
Herannya, kesemrawutan itu dimaklumi oleh petugas Dinas Perhubungan yang bertugas di lapangan. Petugas Suku Dunas Perhubungan Jakarta Selatan, Zulfikar, menyebut tidak ada kesemrawutan di Jalan Pasar Minggu.
 
Dia mengklaim sudah mengatur sedemikian rupa agar jalanan tetap teratur. "Enggak ada yang semrawut. Ojek kita arahkan tidak berhenti di bahu jalan," kata Zulfikar kepada Medcom.id, di Pasar Minggu, Kamis, 27 Desember 2018.

 
Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar sekitar Stasiun Pasar Minggu. Foto: Muhammad Syahrul Ramadhan/Medcom.id

Zulfikar juga mengklaim melakukan operasi setiap hari dan operasi besar seminggu sekali. Dia menyebut setiap hari ada lima sampai enam orang yang berjaga.
 
"Operasi rutin satu kali setiap minggu. (Sehari-hari) pagi pukul 6.00 WIB-8.00WIB, sore pukul 15.30 WIB-18.00 WIB. Paling macet di titik lampu merah atau stasiun karena banyak angkutan umum yang melintas. Dishub disebar di sana 5-6 orang," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Kesemrawutan Trotoar Stasiun Pasar Minggu Tukang ojek yang mangkal di trotoar, Gala Anggoro, menyebut kemacetan menjadi peluang bagi dirinya untuk mencari penumpang.
 
“Macet tidak apa-apa, ini titik ambil penumpang. Kita tidak masalah melanggar peraturan, yang penting tidak ada polisi. Karena kita kalau muter jauh dan penumpang juga tidak mau. Kita sudah maklum dengan macet," ujar Anggoro.
 
Sementara itu, sopir angkutan umum M Yanto menyebut kemcetan adalah hal wajar di Ibu Kota. Dirinya menyebut Pasar Minggu macet karena banyak ojek yang mangkal di bahu jalan.
 
"Tidak ada masalah, kami menaati peraturan yang ditentukan oleh kepala. Kami memiliki kesadaran. Pedagang yang bikin macet di pertigaan ditambah tukang ojek yang suka nyelonong,"  kata Yanto.




(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi