Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar sekitar Stasiun Pasar Minggu. Foto: Muhammad Syahrul Ramadhan/Medcom.id
Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar sekitar Stasiun Pasar Minggu. Foto: Muhammad Syahrul Ramadhan/Medcom.id

Kesemrawutan Trotoar Stasiun Pasar Minggu

Nasional trotoar
Muhammad Syahrul Ramadhan • 26 Desember 2018 06:00
Jakarta: Pedagang kaki lima (PKL) 'mengusai' trotoar di sekitar Stasiun Pasar Minggu. Mereka menjadikan trotoar sebagai lapak dagangannya.

Berbagai macam dagangan dijajaki para PKL. Misalnya, makanan dan minuman serta aksesoris telepon genggam.

PKL ini menggangu para pejalan kaki di sekitar Stasiun Pasar Minggu. Pasalnya, lapak dagangan mereka membuat akses pejalan kaki menyempit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Salah seorang penjual sapu Nendi mengaku nekat berdagang di atas trotoar untuk meraih penghasilan lebih. Sebab, barang dagangannya lebih laku saat dijajaki di trotoar Stasiun Pasar Minggu, ketimbang di lokasi lain. "Saya jualan di pasar enggak laku, jadi saya lebih milih jualan di sini, meski harus kena semprit petugas," ujar Nendi kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 25 Desember 2018.

Mamad, seorang penjual gorengan dan kopi mengaku dagangannya lebih laris saat dijajaki di trotoar Stasiun Pasar Minggu. Dia pun tak khawatir bila dagangannya terkena penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Di sini, ramai terus banyak yang beli, kalau ada razia yang tidak apa-apa, minggir dulu sementara," ucap Mamad.


Pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar sekitar Stasiun Pasar Minggu. Foto: Muhammad Syahrul Ramadhan/Medcom.id

Pantauan Medcom.id, Satpol PP sempat menertibkan para PKL. Beberapa PKL langsung menutup lapak mereka. 

Namun, penutupan lapak ini tak diikuti oleh semua PKL. Masih ada beberapa PKL yang nakal dengan tetap menjajaki dagangannya di sekitar trotoar.

Satpol PP membiarkan para PKL itu berdagang. Petugas hanya mengawasi para PKL yang masih membuka lapaknya.

Kesemrawutan itu tak hanya disebabkan PKL. Para ojek pangkalan dan ojek online juga membuat akses pejalan kaki terganggu. Pasalnya, mereka memarkir kendaraannya di atas dan sekitar trotoar.

Satu unit mobil derek milik Dinas Perhubungan bersiaga di sekitar Stasiun Pasar Minggu. Namun, petugas Dishub hanya mengamati tanpa mengambil aksi sapu bersih.



(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi