Sejumlah warga menggunakan skuter listrik GrabWheels di Kawasan FX Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim
Sejumlah warga menggunakan skuter listrik GrabWheels di Kawasan FX Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim

Polisi Minta Otopet Listrik Dilarang Melintas di Trotoar

Nasional sepeda listrik
Candra Yuri Nuralam • 13 November 2019 17:52
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya melarang pengoperasian otopet listrik di trotoar. Keberadaan otopet listrik di jalur pedestrian dapat membahayakan pejalan kaki. 
 
"Kalau saya imbau sih memang enggak boleh, tapi nanti akan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov)," kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Kompol Fahri Siregar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 13 November 2019.
 
Menurut dia, kecepatan otopet listrik dapat mencapai 40 sampai 50 kilometer per jam sehingga tak aman untuk pengguna trotoar. Untuk itu, polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengatur keberadaan otopet listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti kita minta supaya ada lingkungan tertentu yang boleh dilintasi. Perlu dibatasi juga saya rasa," ujar Fahri.
 
Saat ini, jelas dia, kepolisian kesulitan mengatur para pengendara otopet listrik karena kurangnya personel. Hal ini yang membuat para pengguna kendaraan tersebut bebas berlalu lalang di trotoar Ibu Bota.
 
Namun demikian, dia mengatakan memang belum ada aturan yang mengikat otopet listrik itu. Saat ini, kepolisian hanya bisa menegur pengemudi otopet listrik yang membahayakan orang lain.
 
"Pak Ditlantas Kombes Yusuf sudah mengimbau dan memerintahkan kepada kasat (kepala satuan) lantas dan seluruh anggota personel Polri supaya nanti kalau otopet listrik ditemukan di jalan, kita imbau supaya enggak digunakan di jalan maupun ngebut di trotoar," ujar dia.
 
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang berencana membuat regulasi untuk mengatur pergerakan skuter listrik. Otopet listrik akan dimasukkan ke dalam kendaraan bermotor ramah lingkungan. 
 
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo masih menimbang boleh atau tidak otopet menggunakan jalur sepeda. Pemprov masih merumuskan masalah ini. 
 
"Karena dia kecil dan mirip sepeda. Kita perlu pejalan kaki, kemudian pesepeda, baru kendaraan bermotor lain," kata Syafrin, Minggu, 13 Oktober 2019.
 
Syafrin menargetkan regulasi otopet kelar tahun ini. Dishub bakal berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga terkait pembangunan sarana dan prasarana.
 
"Dinas Bina Marga itu membangun trotoar di dalamnya itu kita minta untuk disiapkan. Begitu ini ditingkatkan menjadi dedicated lajurnya, maka dia bisa berbagi. Saya bisa bangun double cab, kemudian Bina Marga masuk untuk membangun," kata Syafrin. 
 
GrabWheels. Sejumlah warga menggunakan skuter listrik GrabWheels di Kawasan FX Sudirman, Jakarta Pusat. MI-Adi Maulana Ibrahim
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif