Pencari suaka mengantre di lokasi penampungan di Kalideres, Jakarta Barat. Medcom.id/Cindy Ang.
Pencari suaka mengantre di lokasi penampungan di Kalideres, Jakarta Barat. Medcom.id/Cindy Ang.

Mimpi Bekerja di Australia Kandas di Perairan Indonesia

Nasional pencari suaka
Cindy • 12 Juli 2019 13:52
Jakarta: Hasan Alinur, pencari suaka asal Somalia, telah menetap enam tahun di Indonesia. Niat menguji peruntungan di Australia kandas ketika kapal yang ditumpanginya ditangkap saat melintasi perairan Indonesia.
 
Hasan bersama imigran gelap lainnya dikirim ke tempat penampungan di Surabaya. Hingga kini, Hasan masih menunggu kepastian dari UNHCR untuk melanjutkan perjalanan ke Australia, karena tak memiliki paspor.
 
"Kita dipindah lagi ke Makassar, Sulawesi Selatan. Sudah tiga tahun lebih di sana. Tapi ada tempat tidur gratis dari Internasional untuk Migrasi (IOM)," kata Hasan saat ditemui di Gedung eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat, 12 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pencari Suaka di Kalideres Mencapai 1.100 Orang
 
Selama di Makassar, Hasan mengaku mendapatkan uang saku sekitar Rp1,2 juta setiap bulan dari IOM. Tapi, bantuan itu kini tidak ada saat pindah ke Jakarta. Ia hanya mengandalkan bantuan warga sekitar.
 
Hasan mengaku keluar dari Somalia untuk menguji peruntungan di Australia. Ia meninggalkan istri dan anaknya di Somalia.
 
"Di Somalia ada konflik enggak aman, ada ISIS di sana, perang. Sebelumnya perang sodara, kita enggak aman selama 20 tahun di Somalia. Sekarang ada konflik Ali dan pemimpin Somalia," tuturnya.
 
Kini, Hasan ingin mendapatkan pekerjaan dan pendidikan. Para pencari kuasa, kata dia, tak mendapatkan akses terhadap dua hal itu di Indonesia.
 
"Kita enggak mau uang gratis, kita harus kerja. Tapi sudah enam tahun kita di sini enggak ada harap. Enggak bisa kerja, kita orang imigran. Kita enggak boleh belajar. Kita manusia mau aktivitas, mau hidup yang biasa," jelas Hasan.
 
Baca: Pencari Suaka Diberi Makan Dua Kali Sehari
 
Ia bersyukur menetap di Indonesia. Masyarakat yang baik dan ramah membuatnya merasa aman. Ia pun mulai berubah pikiran untuk menetap jika mendapatkan pekerjaan dan hidup layak di Indonesia.
 
"Iya kalau ada kerja di Indonesia ya boleh, saya mau kerja enggak mau numpang gratis. Enggak ada uang (bawa keluarga ke Indonesia), kalau dapat kerja mereka bisa pindah ke sini," pungkas Hasan.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif