Jakarta: Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengingatkan calon Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko tak arogan bila dilantik. Hal itu disampaikan di hadapan Yani saat tes kepatutan dan kelayakan menjadi Wali Kota Jakbar di Gedung DPRD DKI.
"Satu hal, kan kita sama-sama tahu, dia (Yani Wahyu) suka arogan. Itu salah satu yang dipesankan kepada dia di forum. Disaksikan oleh Pak Sekda, disaksikan oleh Asisten Pemerintahan. Eh, Anda kalau sudah jadi wali kota komunikatif, jangan suka songong. Anda perbaiki," kata Mujiyono di Jakarta, Kamis, 16 September 2021.
Yani Wahyu sempat tersandung masalah penyerangan terhadap kerabatnya saat masih menjabat sebagai camat Penjaringan pada 2015. Yani menodongkan senjata air soft gun karena masalah pribadi.
Saat itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memaafkan Yani Wahyu dan masalah diselesaikan dengan damai. Yani sempat mendapat julukan 'Camat Koboi' dari awak media.
Namun, karena berkinerja baik, Ahok sempat menaikkan jabatan Yani Wahyu menjadi Wakil Kepala Dinas Perhubungan. Kemudian, menjadi Kepala Satpol PP DKI di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2019.
Mujiyono juga meminta Yani Wahyu menjaga komunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan DPRD DKI Jakarta. Yani harus siap dan mudah dihubungi kapan pun terkait segudang permasalahan di Jakarta Barat.
Saat ini, Yani Wahyu menjabat sebagai wakil wali kota Jakarta Barat. Bila terpilih, Yani Wahyu akan menggantikan posisi Uus Kuswanto yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Asisten Kesejahteraan DKI Jakarta.
Baca: Calon Wali Kota Jakbar dan Jaksel Jalani Uji Kepatutan di DPRD DKI
Jakarta: Ketua Komisi A
DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengingatkan calon Wali Kota
Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko tak arogan bila dilantik. Hal itu disampaikan di hadapan Yani saat tes kepatutan dan kelayakan menjadi Wali Kota Jakbar di Gedung DPRD DKI.
"Satu hal, kan kita sama-sama tahu, dia (Yani Wahyu) suka arogan. Itu salah satu yang dipesankan kepada dia di forum. Disaksikan oleh Pak Sekda, disaksikan oleh Asisten Pemerintahan. Eh, Anda kalau sudah jadi wali kota komunikatif, jangan suka songong. Anda perbaiki," kata Mujiyono di Jakarta, Kamis, 16 September 2021.
Yani Wahyu sempat tersandung masalah penyerangan terhadap kerabatnya saat masih menjabat sebagai camat Penjaringan pada 2015. Yani menodongkan senjata air soft gun karena masalah pribadi.
Saat itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memaafkan Yani Wahyu dan masalah diselesaikan dengan damai. Yani sempat mendapat julukan 'Camat Koboi' dari awak media.
Namun, karena berkinerja baik, Ahok sempat menaikkan jabatan Yani Wahyu menjadi Wakil Kepala Dinas Perhubungan. Kemudian, menjadi Kepala Satpol PP DKI di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan pada 2019.
Mujiyono juga meminta Yani Wahyu menjaga komunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan DPRD DKI Jakarta. Yani harus siap dan mudah dihubungi kapan pun terkait segudang permasalahan di Jakarta Barat.
Saat ini, Yani Wahyu menjabat sebagai wakil wali kota Jakarta Barat. Bila terpilih, Yani Wahyu akan menggantikan posisi Uus Kuswanto yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Asisten Kesejahteraan DKI Jakarta.
Baca:
Calon Wali Kota Jakbar dan Jaksel Jalani Uji Kepatutan di DPRD DKI
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)