Jakarta: Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan menambah rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien yang diduga terjangkit virus korona (covid-19). Dua rumah sakit umum daerah (RSUD) disiapkan untuk menjadi rujukan.
"Rumah sakit yang kita usulkan di RSUD kita adalah Cengkareng, (dan) Pasar Minggu," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti di Balai Kota DKI, Rabu, 4 Maret 2020.
Widyastuti menjelaskan RUSD Cengkareng dan Pasar Minggu dipilih karena belum ada rumah sakit rujukan pasien korona di wilayah Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. DKI baru memiliki tiga rumah sakit rujukan pasien korona, yakni Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. dr. Sulianti Saroso di Jakarta Utara, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan di Jakarta Timur, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto di Jakarta Pusat.
Widyastuti menjamin setiap rumah sakit rujukan memiliki standar operasional prosedur (SOP). Dinkes DKI mengikuti buku pedoman yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), seperti menyediakan fasilitas isolasi.
"Iya (sediakan fasilitas isolasi)," ujar dia.
Baca: Belum Ada Penambahan Pasien Positif Korona
Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti di Balai Kota DKI. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan
Widyastuti mengatakan Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan Kemenkes untuk penambahan rumah sakit rujukan. Pasalnya, keputusan penambahan rumah sakit ada di tangan Kemenkes.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengonfirmasi virus korona masuk Indonesia. Virus dibawa warga negara (WN) Jepang yang berkunjung ke Indonesia.
WN Jepang itu sempat berinteraksi dengan dua warga negara Indonesia. Mereka ialah ibu dan anak dengan usia masing-masing 64 dan 31 tahun.
"Bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia. Kita cek di sana positif korona, tim dari Indonesia langsung telusuri. Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa dan ketemu siapa," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2020.
Jakarta: Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan menambah rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien yang diduga terjangkit virus korona (covid-19). Dua rumah sakit umum daerah (RSUD) disiapkan untuk menjadi rujukan.
"Rumah sakit yang kita usulkan di RSUD kita adalah Cengkareng, (dan) Pasar Minggu," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti di Balai Kota DKI, Rabu, 4 Maret 2020.
Widyastuti menjelaskan RUSD Cengkareng dan Pasar Minggu dipilih karena belum ada rumah sakit rujukan pasien korona di wilayah Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. DKI baru memiliki tiga rumah sakit rujukan pasien korona, yakni Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. dr. Sulianti Saroso di Jakarta Utara, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan di Jakarta Timur, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto di Jakarta Pusat.
Widyastuti menjamin setiap rumah sakit rujukan memiliki standar operasional prosedur (SOP). Dinkes DKI mengikuti buku pedoman yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), seperti menyediakan fasilitas isolasi.
"Iya (sediakan fasilitas isolasi)," ujar dia.
Baca: Belum Ada Penambahan Pasien Positif Korona
Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti di Balai Kota DKI. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan
Widyastuti mengatakan Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan Kemenkes untuk penambahan rumah sakit rujukan. Pasalnya, keputusan penambahan rumah sakit ada di tangan Kemenkes.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengonfirmasi virus korona masuk Indonesia. Virus dibawa warga negara (WN) Jepang yang berkunjung ke Indonesia.
WN Jepang itu sempat berinteraksi dengan dua warga negara Indonesia. Mereka ialah ibu dan anak dengan usia masing-masing 64 dan 31 tahun.
"Bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia. Kita cek di sana positif korona, tim dari Indonesia langsung telusuri. Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa dan ketemu siapa," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)