Pengamen ondel-ondel beraksi di kawasan Matraman, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. Foto: MI/Andri Widiyanto
Pengamen ondel-ondel beraksi di kawasan Matraman, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. Foto: MI/Andri Widiyanto

Disbud: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Pelestarian Budaya Betawi

Nasional ondel-ondel
Sri Yanti Nainggolan • 13 Februari 2020 15:28
Jakarta: Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta menyebut pengamen ondel-ondel bukan bentuk pelestarian budaya Betawi. Perbuatan itu justru melukai warga Betawi.
 
Kepala Disbud Iwan H Wardhana berpegangan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Kelestarian Budaya Betawi. Pengamen ondel-ondel tak sesuai dengan aturan ini.
 
"Tidak (mengarah ke aturan tersebut), tapi (mengganggu) ke ketertiban umum," kata Iwan di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, pengamen ondel-ondel mengganggu lalu lintas. Mereka juga menyalahi Perda Nomor 4 Tahun 2013 tentang Kesejahteraan Sosial.
 
Perda Kelestarian Budaya mengarahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) fokus pada komunitas atau lembaga kebudayaan Betawi. Pemprov akan menfasilitasi para seniman dan sanggar budaya.
 
Disbud: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Pelestarian Budaya Betawi
Ondel-ondel yang biasa digunakan untuk mengamen diletakkan di tepi jalan kawasan Pasar Gaplok, Kramat Senen, Jakarta Pusat. Foto: MI/Ramdani
 
Sementara itu, pengamen dinilai tidak mengerti sejarah ondel-ondel. Pasalnya, kebanyakan pengamen hanya menggunakan satu ondel-ondel, padahal seharusnya sepasang.
 
"Ondel-ondel itu jelas kalau dibuat untuk mengamen atau mengemis, itu menyakitkan hati yang memiliki etnis kebetawian, termasuk saya," imbuh dia.
 

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif