Petugas gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan sejumlah baliho dan spanduk-spanduk yang tidak memiliki izin di Ibu Kota. MI/Andi Widiyanto
Petugas gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan sejumlah baliho dan spanduk-spanduk yang tidak memiliki izin di Ibu Kota. MI/Andi Widiyanto

Copot Baliho Rizieq, Pangdam Jaya Dinilai Merepresentasikan Negara

Nasional tni fpi Rizieq Shihab Muhammad Rizieq Shihab
Anggi Tondi Martaon • 20 November 2020 18:21
Jakarta: Pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab oleh jajaran TNI di Jakarta menuai apresiasi. Arahan Pangdam Jaya Mayjen TNi Dudung Abdurachman disebut mencerminkan sikap negara.
 
"Merupakan representasi sikap negara yang ideal sebagai negara hukum yang berwibawa," ujar pengamat politik Boni Hargens dalam keterangan tertulis, Jumat, 20 November 2020.
 
Sikap Dudung dinilai preseden baik yang harus diapresiasi. Sebab, Dudung telah menjalankan fungsi TNI sebagai salah satu tulang punggung negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Boni menilai ketegasan Dudung memulihkan kebanggaan publik terhadap TNI. Hal itu menumbuhkan rasa aman yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.
 
(Baca: TNI Dinilai Tak Langgar Aturan Turunkan Baliho)
 
Dia juga mengapresiasi kehadiran pasukan khusus TNI di sekitar markas FPI. Boni menyebut hal tersebut merupakan sinyal keras bagi organisasi masyarakat (ormas) yang gemar berbuat onar.
 
"Tanda bahwa masih ada TNI di negara ini yang siap setiap saat menjaga rakyat dan NKRI. Maka, tidak ada ormas yang boleh melampaui hukum, apalagi menghina negara," kata Boni.
 
Dia juga mengapresiasi kinerja Polri menegakkan hukum terkait kerumunan orang di acara Rizieq Shihab. Khususnya pemanggilan sejumlah pihak yang dianggap bertanggung jawab dalam kerumunan di kediaman Rizieq beberapa waktu lalu.
 
Boni mengatakan TNI dan Polri perlu saling mendukung menciptakan keamanan dan ketertiban. "TNI dan Polri adalah ujung tombak dalam merespons ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap negara. Hal itu harus terus kita apresiasi dan dukung," kata dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif