Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Anggota IV BPK RI Rizal Djalil - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Anggota IV BPK RI Rizal Djalil - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

BPK Siap Audit Tata Kelola Air DKI

Nasional pemprov dki swastanisasi air
Theofilus Ifan Sucipto • 18 Februari 2019 14:11
Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyetop swastanisasi air. Masyarakat disebut berhak mendapat pelayanan air bersih.
 
"Kalau diperlukan audit oleh BPK, kami siap melakukan sehingga hasil audit jadi pertimbangan gubernur mengambil keputusan cepat dan tepat," kata Anggota IV BPK RI Rizal Djalil di gedung BPK, Jakarta Pusat, Senin, 18 Februari 2019.
 
Rizal berharap bantuan audit bisa mempercepat Anies memikirkan strategi terbaik untuk mengambil tata kelola air di Jakarta dan bermanfaat bagi masyarakat. "Apa pun keputusannya, pelayanan air minum masyarakat harus berjalan dengan baik dan meminimalisir potensi kerugian keuangan DKI," imbuh rizal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan yang sama, Anies menyambut, baik kerja sama antara pemerintah provinsi (pemprov) DKI dan BPK. "Kami bersyukur arah kebijakan didampingi BPK. Ke depan kami minta bimbingannya juga," ujar Anies.
 
(Baca juga:DKI Berpotensi Merugi Rp18 Triliun di Tata Kelola Air)
 
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku akan terus mengusahakan pengambilalihan tata kelola air. Sebab distribusi air masih belum merata sejak dikelola swasta dari 1997.
 
Pelayanan air saat ini dikeola pihak swasta melalui PT Aetra Air Jakarta (Aetra) dan PT Pam Lyonnaise Jaya (Palyja). Pemprov DKI terikat kontrak sejak 1997 sampai 2023 oleh dua perusahaan tersebut.
 
Namun, selama lebih dari 20 tahun, distribusi air masih belum merata. Tercatat, pertumbuhan cakupan air bersih sampai 2017 hanya bertambah 15 persen dari 1998. Hal ini membuat Anies geram.
 
"Tahun 1998 cakupannya 44 persen. Sampai 2017 menjadi 59 persen padahal target di 2023 mencakup 82 persen. Kita akan ambil alih atas pengolahan," tegas Anies.
 
(Baca juga: Opsi Pengambilalihan Air DKI Dianggap Melenceng)
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif