Kebakaran di Pasar Gembrong. Foto: Damkar Jaktim.
Kebakaran di Pasar Gembrong. Foto: Damkar Jaktim.

PLN DKI Tunggu Hasil Investigasi Kebakaran Pasar Gembrong

Nasional kebakaran DKI Jakarta Kebakaran Pasar Kebakaran Pasar Gembrong kebakaran di pasar gembrong
Antara • 27 April 2022 19:50
Jakarta: PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menunggu hasil investigasi pihak berwenang terkait penyebab kebakaran di Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Arus pendek listrik banyak dikeluhkan menjadi penyebab kebakaran.
 
"Kalau PLN, tentu menunggu hasil investigasi pihak berwenang terutama penyidik kepolisian karena banyak sekali laporan misalnya rumah yang terbakar akibat listrik," kata GM PLN UID Jakarta Raya Doddy B Pangaribuan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 27 April 2022.
 
Selain menunggu hasil investigasi, PLN akan terus melakukan sosialisasi bagaimana menggunakan listrik secara legal. Hal ini penting untuk menjamin listrik ini sesuai peruntukannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dayanya sesuai kalau langganan 2.200 watt ya segitu yang dialirkan dan bisa digunakan, selain tentu imbauan menggunakan peralatan berstandar (SNI)," ucap Doddy.
 
Doddy menyatakan pemeriksaan jaringan di bangunan-bangunan bukan domain PLN. Melainkan, pelanggan dengan jangka waktu minimal 10 tahun sekali.
 
Baca: Segini Kerugian Warga Akibat Kebakaran di Pasar Gembrong
 
"Kita juga kerja sama dengan regulator yang punya aturan, kemudian sama-sama lakukan sosialisasi supaya pelanggan paham instalasi listrik itu bukan sekali dibangun terus dibiarin sampai 20-30 tahun tapi harus dilakukan perawatan," kata dia.
 
Sebelumnya, sebanyak 400 bangunan yang terdiri dari rumah dan kios di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, ludes terbakar, Minggu, 24 April 2022. Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan luas area yang terbakar sekitar 1.200 meter persegi.
 
"Objek terbakar 400 bangunan terdiri dari rumah dan pertokoan di RT 2, 3, 4, 5 dan 6 RW 01," kata Gatot.
 
Gatot menambahkan akibat peristiwa kebakaran itu kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Kebakaran tersebut terjadi karena korsleting listrik dari salah satu rumah warga.
 
"Pemilik rumah teriak terjadi kebakaran dan warga berusaha memadamkan api, namun api cepat sekali membesar dan merembet ke sekitarnya karena bangunan sekitar terbuat dari kayu," ujar Gatot.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif